Investor Tunggu Kebijakan Reformasi Lanjutan dari Pemerintah

Pergerakan harga saham yang naik dalam dua hari terakhir merupakan reaksi atas keputusan pemerintah mengurangi subsidi BBM
Aria W. Yudhistira
20 November 2014, 11:09
bursa-saham-indonesia-2.jpg
KATADATA/
Kenaikan harga BBM hanya berdampak sementara terhadap IHSG. Pelaku pasar menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah.

KATADATA ? Kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) hanya akan berdampak temporer di pasar keuangan domestik. Pasar masih menunggu kebijakan pemerintah lainnya dalam melakukan reformasi struktur perekonomian Indonesia.

Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pergerakan harga saham yang naik dalam dua hari terakhir merupakan reaksi atas keputusan pemerintah mengurangi subsidi BBM.

?Karena kebijakan ini (kenaikan harga BBM) memang sudah lama ditunggu kebanyakan kalangan,? ujarnya kepada Katadata, Rabu (19/11).

Kepercayaan pasar, kata dia, justru bisa terganggu dengan kebijakan bauran yang dilakukan Bank Indonesia. Kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 7,75 persen justru akan mengganggu pertumbuhan ekonomi.

Advertisement

Purbaya menilai, kebijakan BI tidak masuk akal pada saat ini karena kenaikan harga BBM hanya sebesar Rp 2.000 per liter di bawah perkiraan awal Rp 3.000 per liter. Kebijakan ini dikhawatirkan akan mendorong suku bunga kredit sehingga menekan pertumbuhan ekonomi.

Padahal pertumbuhan merupakan salah satu indikator yang juga dihitung oleh investor. ?Kalau direvisi lagi, ini akan jadi persoalan baru,? kata dia.

Ekonom Universitas Indonesia Anton Gunawan menilai, kebijakan bank sentral menunjukkan indikasi ekspektasi capaian inflasi tahun depan akan melebihi target 5 persen. Jika ini yang menjadi alasan BI, maka kenaikan suku bunga acuan wajar dilakukan.

Menurut dia, penguatan IHSG dan nilai tukar rupiah dipengarui oleh realisasi janji reformasi fiskal oleh pemerintah dengan mengalihkan anggaran subsidi ke pos belanja yang lebih produktif. Meski begitu,  pasar masih menunggu langkah reformasi lainnya seperti reformasi perpajakan (tax reform), insentif, serta realisasi pengalihan yang tepat.

Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual menilai, dua kebijakan yang dilakukan pada waktu yang hampir bersamaan tersebut telah sesuai dengan ekspektasi pasar. Menurut dia, bauran kebijakan otoritas fiskal dan moneter sudah tepat dari sisi waktu penerapannya.

Dalam dua hari terakhir, indeks harga saham gabungan (IHSG) tercatat naik cukup tinggi setelah kenaikan harga BBM. Pada Selasa (18/11), IHSG tercatat naik 1,01 persen yang berlanjut pada perdagangan hari berikutnya yang ditutup naik 1,43 persen ke 5.121. 

Reporter: Petrus Lelyemin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait