Harga BBM Naik, BI Kendalikan Inflasi dalam Empat Bulan

BI Meminta pemerintah menaikkan harga BBM sekaligusmempermudah pengendalian inflasi
Aria W. Yudhistira
14 November 2014, 09:21
Katadata
KATADATA | Agung Samosir
Bank Indonesia menjamin inflasi akibat kenaikan harga BBM akan stabil dalam empat bulan.

KATADATA ? Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap inflasi dipastikan tidak akan berlangsung lama. Bank Indonesia (BI) akan berkoordinasi dengan pemerintah baik pusat maupun daerah untuk segera mengendalikan dampak tersebut.

?Kalau terjadi kenaikan BBM, inflasi dalam waktu empat bulan sudah kembali ke kondisi normal,? ujar Gubernur Bank Indoensia Agus Martowardojo di Jakarta, Kamis (13/11).

BI memproyeksikan setiap kenaikan harga BBM sebesar Rp 1.000 per liter berdampak pada inflasi sebesar 1,3 persen. Dengan demikian, jika pemerintah menaikkan sebesar Rp 3.000 per liter akan mendorong inflasi hingga 3,9 persen.

Agus menyarankan agar pemerintah menaikkan harga BBM sekaligus, tidak secara bertahap, agar mempermudah pengendalian inflasi. ?Kami melihat ada satu peningkatan ekspektasi inflasi hingga saat ini,? tuturnya.

Advertisement

Meski begitu, BI menilai defisit fiskal saat ini tidak saja disebabkan oleh subsidi energi tetapi juga akibat penerimaan negara yang melemah akibat menurunnya harga komoditas dan pelemahan pertumbuhan ekonomi Cina.

?Untuk itu perlu ada penyehatan di fiskal. Tentu besarannya itu pemerintah tahu,? kata Agus.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya menyatakan kenaikan harga BBM akan berdampak langsung pada melonjaknya inflasi. Dengan asumsi kenaikan harga sebesar Rp 3.000 per liter maka akan ada tambahan inflasi  sebesar 1,7 persen.

Adapun jika pemerintah menaikan harga pada November, maka dampak inflasinya akan langsung terasa pada bulan tersebut.

Selain dampak langsung, terdapat dampak tidak langsung, seperti kenaikan tarif transportasi. Kenaikan tarif transportasi ini akan berdampak pada inflasi sebesar 1-2 persen. Namun, dampak tidak langsung ini akan hilang dengan sendirinya secara bertahap, mengingat dampaknya menyebar dalam 6-7 bulan.

Reporter: Petrus Lelyemin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait