Musim Penutupan Fintech Ilegal

Satgas Waspada Investasi mengirimkan surat ke perbankan dan BI agar memblokir rekening dari jenis usaha fintech lending ilegal.
Image title
Oleh Tim Redaksi
19 Februari 2019, 15:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan 635 aplikasi perusahaan keuangan berbasis digital (fintech) di bidang peminjaman peer to peer (P2P) lending ilegal. Dari jumlah tersebut, 231 aplikasi telah ditutup. OJK menilai kegiatan fintech tersebut merugikan pelanggan.

(Baca: Satgas Waspada Investasi OJK Blokir 635 Fintech Ilegal)

Untuk meminimalkan jumlah fintech ilegal, Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi OJK bekerja sama dengan perbankan dan Bank Indonesia (BI) terkait fintech pembayaran. Satgas Waspada Investasi mengirimkan surat ke perbankan dan BI sejak Desember 2018, agar perbankan dan fintech pembayaran memblokir rekening dari jenis usaha fintech lending ilegal.

(Baca: Cegah Bunuh Diri Nasabah Fintech, OJK Atur Bunga hingga Asuransi)

Satgas Waspada Investasi pun sudah mengirimkan daftar 635 fintech lending ilegal ini ke perbankan dan BI. “Beberapa bank sudah merespons, mereka mau dapat data dari kami dan kami tetap monitor. Bank sangat mendukung,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.