Anomali Kebijakan Imigrasi Trump

Larangan imigrasi ini juga memicu unjuk rasa di AS dan di beberapa wilayah di dunia.
Image title
Oleh Widyanita
1 Februari 2017, 13:43

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang berisi larangan masuk warga dari tujuh negara ke AS. Larangan ini berlaku sementara selama 90 hari. Selain itu Trump juga membekukan izin bagi para pengungsi selama 120 hari. Pencegahan terhadap aksi terorisme  menjadi dalih kebijakan ini diteken.

(Baca: Ini Kondisi 7 Negara yang Warganya Ditolak AS

Trump menolak masuk warga dari Libya, Sudan, Yaman, Somalia, Suriah, Irak, dan Iran. Adapun negara-negara mayoritas berpenduduk muslim lain di Timur Tengah seperti Arab Saudi, Libanon, Mesir, dan Uni Emirat Arab tidak masuk dalam daftar hitam, meskipun warga kelahiran negara-negara tersebut telah berulangkali melakukan aksi teror di AS. Kepentingan bisnis disebut-sebut menjadi alasan Trump memilih negara yang dilarangnya.

(Baca: Kebijakan Trump Picu Unjuk Rasa Penghuni Silicon Valley)

Berbagai kritik hingga kecaman diterima Trump atas kebijakan ini. Larangan imigrasi ini juga memicu unjuk rasa di AS dan di beberapa wilayah di dunia. Di Eropa misalnya, aksi protes berlangsung di Berlin, Paris, Roma, Wina, Jenewa, dan  Amsterdam. Sementara di Asia, demonstrasi terjadi di Tokyo, Jepang.

(Baca: Bank-Bank Besar di Wall Street Kecam Kebijakan Imigrasi Trump)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.