Plus-Minus Covid-19 terhadap Bisnis Digital

PSBB yang berlangsung sejak pertangahan April turut meningkatkan jumlah pengguna e-commerce.
Andrea Lidwina
Oleh Andrea Lidwina
18 Mei 2020, 09:36

Pembatasan sosial yang berlangsung selama pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap industri digital di Indonesia. Penggunaan layanan e-commerce, misalnya, meningkat hingga 69 persen. Alasannya, masyarakat mulai beralih ke online dalam pembelian produk esensial, seperti bahan pangan. Karena itu, penggunaan dompet digital ikut naik, menjadi alat transaksi di platform e-commerce tersebut.

(Baca: Pencurian Data Pengguna E-Commerce Kian Marak)

Layanan digital bidang kesehatan juga mengalami peningkatan sebesar 41 persen. Masyarakat banyak menggunakan layanan ini untuk konsultasi terkait virus corona dan pesan-antar obat, vitamin, atau produk kesehatan lainnya.

(Video: 'New Normal, New Way')

Sementara, penggunaan layanan ride hailing atau transportasi berbasis digital anjlok sampai 73 persen. Penurunan drastis ini disebabkan penerapan PSBB yang membatasi jumlah penumpang yang boleh diangkut motor maupun mobil.

(Baca: Peluang Untung di Balik Sejarah Kejatuhan Terburuk Bursa Saham)

Meski begitu, hasil survei Redseer menunjukkan bisnis digital punya potensi yang baik pasca pandemi ini. Sekitar 77 persen konsumen akan tetap atau meningkatkan penggunaan layanan digital dari yang telah dilakukan saat ini. Total nilai penjualan (gross merchandise value/GMV) e-commerce pun diperkirakan tumbuh 52 persen pada tahun ini.

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.