E-Commerce Tumbuh di Tengah Pandemi Covid-19

PSBB menyebabkan aktivitas berbelanja berubah menjadi pemesanan melalui aplikasi digital.
Image title
Oleh Yosepha Pusparisa
20 Mei 2020, 08:44

Salah satu sektor bisnis yang mampu mencetak pasar di tengah pandemi adalah e-commerce, terutama ritel dan grosir. Pembatasan aktivitas masyarakat menyebabkan kebiasaan berbelanja pun berubah menjadi pemesanan lewat aplikasi.

(Baca: Baju Muslim dan Makanan Terlaris di E-commerce, Transaksi Naik 4 Kali)

Dalam survei yang dilakukan Redseer, terdapat 51% responden yang mengaku pertama kali menggunakan aplikasi belanja saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Hal ini membuat volume permintaan di ­e-commerce pun melonjak antara 5-10 kali dibandingkan sebelum pandemi.

(Baca: Plus-Minus Covid-19 terhadap Bisnis Digital)

(Baca: Saatnya Investasi Sekarang, Kalau setelah Pandemi Terlambat)

Demikian pula transaksi hariannya pun meningkat menjadi 4,8 juta transaksi pada April lalu. Padahal sebelumnya hanya mampu menjangkau rata-rata 3,1 juta transaksi per hari pada kuartal II-2019. (Baca: Simalakama Mitigasi Covid-19, Kesehatan atau Ekonomi?)

Kendati demikian, PSBB turut berdampak pada pengiriman logistik. Pengiriman Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) biasanya hanya memakan 1-2 hari, setelah PSBB menjadi 2-3 hari. Hal ini juga berlaku bagi pengiriman Jawa, selain Jabodetabek yang membutuhkan waktu lebih dari tiga hari. Sementara pengiriman luar Jawa membutuhkan lebih dari empat hari hingga ke tujuan setelah berlakunya PSBB.