“Kebiasaan Baru” Hidup Bersama Corona

Selain belum ada vaksin, risiko penularan virus corona masih tinggi.
Image title
29 Mei 2020, 14:50

Pemerintah berharap masyarakat dapat beradaptasi dengan norma kebiasaan baru atau new normal. Hal ini agar aktivitas sosial bisa kembali pulih di tengah ketidakpastian berakhirnya pandemi Covid-19.

Selain belum ada vaksin, risiko penularan corona pun masih tinggi. Di samping itu belum ada jaminan seseorang bisa terbebas dari Covid-19.

(Baca: Pemerintah Perpanjang Masa ASN Bekerja di Rumah hingga 4 Juni 2020)

Sejumlah kebiasaan baru yang dapat dilakukan antara lain, menghindari interaksi fisik seperti jabat tangan dengan orang lain, menggunakan masker tiap keluar rumah, serta segera mandi dan mengganti pakaian setelah kembali ke dalam rumah. Hal ini cukup merepotkan, tapi wajib dilakukan untuk memutus mata rantai penularan corona.  

(Baca: Kapasitas Tes Covid-19 Belum Capai Target)

Selain itu, masyarakat perlu menghindari atau mengantisipasi area-area yang berisiko tinggi terjadi penularan. Misalnya, di kendaraan umum, ruang kantor, tempat ibadah, serta pasar.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.