“Baby Boom” Pandemi Covid-19

Tingginya angka kelahiran selama masa pandemi Covid-19 membutuhkan perhatian pemerintah untuk memberikan layanan kesehatan bagi ibu hamil dan bayi.
Image title
Oleh Yosepha Pusparisa
24 Juni 2020, 09:58

Unicef memperkirakan 116 juta bayi akan lahir secara global selama pandemi Covid-19. Hal ini membutuhkan perhatian, lantaran ibu hamil dan bayi lebih rentan terkena penyakit. (Baca: Munculnya Kasus Covid-19 dari Klaster Pasar)

Secara umum risiko ibu hamil terpapar Covid-19 sebenarnya masih sama dengan populasi pada umumnya. Namun daya tubuh yang lebih rendah menyebabkan ibu hamil lebih riskan terkena penyakit. Selain itu, bayi yang lahir dalam masa pandemi flu berpotensi lahir prematur dengan berat badan lebih ringan.  

(Baca: Pakar AS Peringatkan Risiko Komplikasi Covid-19 pada Orang Muda)

Unicef pun mengingatkan pemerintah agar dapat mengantisipasi fenomena “baby boom”. Lembaga PBB itu berharap agar pemerintah dapat memaksimalkan layanan kesehatan ibu hamil. (Baca: Kisah Dua CEO Gojek PHK Karyawan, 16 Rapat Maraton dalam Setengah Hari)

Hal ini dapat dilakukan dengan pemberian vaksin flu selama kehamilan dengan dukungan sumber daya manusia yang memadai khusus untuk ibu dan anak. Pencegahan dan pengendalian infeksi persalinan di fasilitas kesehatan, serta perlindungan bagi seluruh tenaga kesehatan juga menjadi prioritas pemerintah.

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.