Pemerintah dan BI Berbagi Beban Memulihkan Ekonomi

Program pemulihan ekonomi menyebabkan defisit anggaran membengkak menjadi 6,34 persen. Beban pembiayaan tersebut dibagi dua antara pemerintah dan Bank Indo
Dwi Hadya Jayani
Oleh Dwi Hadya Jayani
2 Juli 2020, 09:43

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) berbagi beban biaya pemulihan ekonomi. Akibat krisis yang disebabkan Covid-19, pemerintah menaikkan defisit anggaran menjadi 6,34 persen atau sekitar Rp 903,46 triliun.

(Baca: Bom Waktu Utang BUMN di Masa Pandemi)

Otoritas fiskal dan moneter tersebut telah sepakat skema pembagian beban tersebut. Dari total defisit Rp 903,46 triliun, BI akan menanggung biaya untuk kegiatan publik sebesar Rp 397,6 triliun. Seluruh pembiayaan tersebut ditanggung sepenuhnya oleh bank sentral.

(Baca: Sri Mulyani Sebut Ekonomi Global Berpotensi Depresi Akibat Covid-19)

(Baca: Proyeksi Suram Ekonomi Indonesia)

Sedangkan pemerintah akan menanggung pembiayaan non-publik lainnya yang mencapai Rp 329 triliun. Sementara beban bunga utang sebesar Rp 66,5 triliun akan ditanggung bersama, yakni 54 persen oleh BI dan 46 persen oleh pemerintah.

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.