Resep Bank Dunia untuk Memulihkan Ekonomi RI

Bank Dunia memprediksi jumlah orang miskin bertambah hingga 8 juta orang akibat krisis Covid-19.
Dwi Hadya Jayani
Oleh Dwi Hadya Jayani
27 Juli 2020, 08:43

Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Indonesia bakal tertekan krisis ekonomi yang disebabkan pandemi Covid-19. Ekonomi diprediksi tumbuh antara -2 persen sampai 0 persen, terutama jika terjadi gelombang ke-II Covid-19.

Lembaga multilateral tersebut memperkirakan jumlah penduduk miskin meningkat antara 5,5 juta sampai 8 juta dan 3,6 juta orang kehilangan pekerjaan. Selain itu terjadi peningkatan defisit fiskal hingga 6,3 persen.

Ada tiga resep yang disarankan Bank Dunia untuk memulihkan perekonomian RI. Pertama, melandaikan kurva Covid-19, yakni dengan meningkatkan kapasitas tes PCR, peningkatan pelacakan dan isolasi, serta perluasan sistem kesehatan nasional.

Kedua, mengatasi kurva resesi dengan memperbaiki fata dan perluasan target bantuan sosial. Kemudian mendukung kegiatan dunia usaha serta membuat omnibus law asalkan memperhatikan permasalahan lingkungan. Ketiga, meratakan kurva utang melalui realokasi subsidi ke kegiatan infrastruktur.

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.