Musim Buruk Perusahaan Minyak Global

Laba sejumlah perusahaan migas dunia turun drastis, bahkan ada yang merugi akibat anjloknya harga minyak dunia dan permintaan yang berkurang selama pandemi.
Andrea Lidwina
29 Agustus 2020, 10:34

Kinerja perusahaan minyak dan gas (migas) dunia tertekan sepanjang semester I-2020. Laba sejumlah perusahaan turun drastis, bahkan merugi akibat anjloknya harga minyak dunia dan permintaan yang berkurang selama pandemi.

Dua perusahaan, yakni Saudi Aramco dan PTT masih mencetak laba, masing-masing sebesar US$ 23,7 miliar dan US$ 333,7 juta. Meski begitu, perolehan tersebut lebih rendah daripada semester I-2019.

Perusahaan asal Malaysia, Petronas, pada kuartal I-2020 juga tercatat masih mencetak laba. Namun kinerjanya diperkirakan menurun pada kuartal II seperti yang dialami sejumlah perusahaan migas global lain.

Sementara itu, Pertamina merugi US$ 767,9 juta pada paruh pertama tahun ini. Perusahaan mencatatkan aset senilai US$ 70,2 miliar dan pendapatan sebesar US$ 20,5 miliar pada periode tersebut.

Kerugian juga dialami perusahaan global lain, seperti ExxonMobil (US$ -1,7 miliar), Total SA (US$ -8,3 miliar), dan Shell (US$ -18,2 miliar). Kemudian, BP dengan pendapatan US$ 90,7 miliar pun masih rugi sebesar US$ 21,2 miliar. Nilai tersebut anjlok hingga 546 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.