Konversi Energi, Kompor Elpiji vs Induksi Listrik

Konversi ini bertujuan semakin meningkatkan konsumsi listrik masyarakat.
Andrea Lidwina
Oleh Andrea Lidwina
14 September 2020, 08:12

Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana mengonversi kompor elipiji menjadi kompor induksi listrik. Pengenalan ke masyarakat pun telah dilakukan melalui Program Kampung Listrik pada 4 September 2020. Perusahaan memberikan 120 unit kompor di Batu Ampar, Jakarta Timur dan 112 unit di Hijau Kemuning, Tangerang.

Konversi ini bertujuan semakin meningkatkan konsumsi listrik masyarakat. Pada 2015-2019, konsumsi listrik per kapita rata-rata naik 4,5 persen setiap tahun hingga mencapai 1.084 kWh per kapita pada tahun lalu. Rasio elektrifikasi juga sudah mencapai 98,9 persen.

Sebelumnya, pemerintah juga melakukan konversi energi, yakni dari minyak tanah ke elpiji. Sebanyak 57,7 juta set kompor elpiji didistribusikan ke masyarakat pada 2007-2018. Konversi ini berhasil mengurangi beban subsidi minyak tanah dan menghemat negara Rp 189 triliun sepanjang 2007-2015.

Kompor induksi listrik dinilai lebih hemat dan efektif dibandingkan kompor elpiji. Efisiensi energi kompor induksi listrik bisa sampai 84 persen, sedangkan kompor elpiji hanya 40 persen. Selain itu, kompor induksi listrik membutuhkan Rp 1.426 untuk memasak 10 liter air, lebih rendah ketimbang kompor elpiji yang sebesar Rp 2.055.