Gejolak Bursa Saham Terimbas Corona

Ada sejumlah sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG sejak awal tahun.
Andrea Lidwina
Oleh Andrea Lidwina
17 September 2020, 07:10

Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung menurun dan mengalami sejumlah gejolak sejak awal tahun. Ada sejumlah sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG.

Ketika dua kasus pertama Covid-19 ditemukan pada 2 Maret, misalnya, harga saham turun 1,68 persen. Bahkan, jatuh kian dalam hingga 4,9 persen pada 23 Maret sejalan dengan kekhawatiran pasar terhadap penyebaran virus.

IHSG juga ikut merosot sebesar 1,62 persen saat harga minyak West Intermediate Texas (WTI) anjlok ke US$ -37,6/barel pada 21 April. Selanjutnya, pasar menyambut positif penempatan dana stimulus pemerintah di empat bank pelat merah, bagian dari upaya pemulihan ekonomi nasional, sehingga terjadi kenaikan 1,79 persen pada 8 Juli.

Sejumlah isu pada awal September 2020 membuat pasar memiliki sentimen negatif sehingga terjadi penurunan pada IHSG. Misalnya, potensi resesi ekonomi pada kuartal III-2020 (turun 2,02 persen pada 31 Agustus) dan rencana revisi UU yang bisa mengganggu independensi Bank Indonesia (turun 0,59 persen pada 3 September).

Penetapan kembali berlakunya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta pun membuat IHSG turun 5,01 persen pada 10 September. Perdagangan hari itu bahkan sempat dihentikan sementara (trading halt) pada pukul 10.36 WIB.

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.