Banyak Orang Indonesia Tak Siap Hadapi Krisis

Dana darurat dipakai untuk menutupi kebutuhan, tanpa meminjam uang atau pindah rumah dalam kondisi kehilangan sumber pendapatan.
Image title
18 September 2020, 08:25

Survei Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menunjukkan penduduk di sejumlah negara tak siap menghadapi krisis ekonomi. Indikator yang paling menonjol adalah ketahanan dana daruratnya yang hanya cukup untuk satu pekan. Dana darurat tersebut terpakai untuk menutupi pengeluaran, tanpa meminjam uang atau pindah rumah dalam kondisi kehilangan sumber pendapatan.

Ketahanan dana darurat penduduk Indonesia tergolong rendah dibandingkan negara lain. Sebanyak 46% responden mengaku dana darurat hanya dapat menyambung hidup selama sepekan. Dalam survei tersebut, posisi Indonesia berada di posisi bawah bersama Rusia (41,8%), Moldova (47,3%), Georgia (49,8%), dan Montenegro (50,7%) juga mengalami persoalan yang sama.

Sementara itu, penduduk Hong Kong yakin dapat bertahan hidup dengan dana daruratnya. Setidaknya 55,4% responden mengaku dapat bertahan hingga atau bahkan lebih dari enam bulan. Angka itu sekaligus menempatkan penduduk Hong Kong yang paling siap menghadapi krisis dengan dana darurat.

Pandemi Covid-19 yang mengakibatkan krisis ekonomi memicu tekanan finansial. Salah satunya adalah kekhawatiran tak mampu memenuhi biaya hidupnya. Hal ini membuat masyarakat dunia cenderung berhati-hati dalam berbelanja.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.