Bahaya Kesehatan Jangka Panjang Covid-19

Di Italia, sekitar 87,4% pasien Covid-19 yang telah sembuh diketahui memiliki minimal satu gejala penyakit jangka panjang.
Dimas Jarot Bayu
1 Oktober 2020, 08:24

Pasien penderita Covid-19 tidak serta merta dapat terbebas dari gejala ketika virus corona menyerang. Meskipun mereka sudah dinyatakan sembuh.

Studi para peneliti dari Indiana University Medical School bersama Survivor Corps menyatakan, ada sekitar 100 gejala infeksi corona yang dapat bertahan lama. Mulai dari kelelahan, nyeri badan, kehilangan indera penciuman dan perasa, kesulitan bernafas, hingga gagal jantung.

Hal serupa tergambar dalam studi Angelo Carfi dan koleganya yang dipublikasikan di Jama Network pada Juli 2020 lalu. Berdasarkan hasil studi tersebut, 87,4% pasien yang telah sembuh dari corona di Italia memiliki minimal satu gejala jangka panjang.

Hingga saat ini, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait berapa lama gejala corona akan bertahan lama dalam tubuh pasien. Hanya saja, belajar dari pengalaman jenis virus corona terdahulu, seperti SARS dan MERS, gejala bisa bertahan hingga menahun.

WHO dalam laporannya pada 9 September 2020 menyebutkan, gejala SARS bisa bertahan di tubuh pasien selama lebih dari 24 bulan. Sementara, sebuah penelitian di Korea Selatan menyatakan bahwa gejala dari MERS bisa bertahan di tubuh pasien hingga lebih dari 12 bulan.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan