Masyarakat Belum Kompak Hadapi Pandemi

Banyak masyarakat yang abai melaksanakan protokol kesehatan karena tidak ada sanksi.
Dwi Hadya Jayani
5 Oktober 2020, 07:30

Perempuan lebih patuh dalam menerapkan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. Hal ini terungkap dalam survei yang dilakukan badan Pusat Statistik (BPS) terhadap 90.967 responden pada 7-14 September lalu.

Dalam survei tersebut, 95% responden perempuan telah rutin memakai masker dibandingkan 89% responden laki-laki. Begitu pula dalam mencuci tangan, yakni 80% responden perempuan melakukannya daripada laki-laki hanya 70%. Sementara dalam hal menjaga jarak fisik minimal 1 meter, 78% perempuan menerapkannya daripada 69% laki-laki.

Kendati secara umum sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik, tapi ada responden yang abai. Alasan utama mengelak dari kewajiban ini karena tidak adanya sanksi. Menariknya, alasan ini dilontarkan didominasi oleh responden yang berasal dari aparatur sipil negara (ASN) dan yang berpendidikan tinggi.

Sementara alasan tertinggi selanjutnya karena tidak adanya kasus positif di lingkungan sekitar dan pekerjaan menjadi sulit jika harus menerapkan protokol kesehatan. Responden pun juga masih harus berlalu lalang di luar rumah. Dibandingkan dengan sebelum adaptasi kebiasan baru (AKB), 25% responden masih sering keluar rumah. Mayoritas dikarenakan pekerjaan.

Hal lainnya yang masih menjadi pekerjaan rumah, ternyata terdapat 17 dari 100 responden yakin tak akan tertular Covid-19. Penyangkalan ini didominasi oleh anak muda dengan persentase 20% usia 17-30 dan 15% usia 31-45 tahun.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan