Salah Kaprah Penyintas Covid-19

Stigma buruk yang diterima penyintas Covid-19, bahkan keluarganya dapat berdampak negatif dalam penanganan pandemi Covid-19.
Image title
24 Oktober 2020, 11:05

Para penyintas Covid-19 masih mendapat perlakuan buruk dari orang-orang di sekitarnya. Kondisi itu tercermin dalam survei yang dilakukan Lapor Covid-19 yang bekerja sama dengan Kelompok Peminatan Intervensi Sosial Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Hasilnya, 55,3% responden menjadi bahan perbincangan orang-orang sekitar. Sementara itu, 33,2% responden dan 24,9% dijauhi dan dijuluki penyebar atau pembawa virus.

Stigma buruk yang diterima penyintas Covid-19, bahkan keluarganya dapat berdampak negatif dalam penanganan pandemi Covid-19. Hal ini bisa menyebabkan seseorang enggan melakukan tes Covid-19 dan menutupi status kesehatannya.

Pemerintah semestinya ikut turun tangan mengatasi persoalan ini. Misalnya melakukan komunikasi terbuka tentang pandemi dan meluruskan rumor yang beredar. Adanya aturan dan sanksi bagi pelaku diskriminasi juga dapat menekan stigmatisasi.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan