Formasi Baru Tiga Bank Syariah BUMN

Penggabungan tiga bank syariah BUMN ini ditargetkan efektif pada 1 Februari 2021.
Image title
26 Oktober 2020, 08:25

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggabungkan (merger) tiga bank syariah pelat merah. Penggabungan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah, Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah, dan Bank Mandiri Syariah tersebut ditargetkan efektif pada 1 Februari 2021.

Berdasarkan data Juni 2020, BRI Syariah memiliki total aset Rp 49,6 triliun. Sementara BNI Syariah dan Bank Mandiri Syariah mengantongi Rp 50,8 triliun dan Rp 114,4 triliun. Dengan begitu total asetnya akan menjadi sekitar Rp 214,6 triliun.

Kepemilikan sahamnya akan berubah dengan pemegang mayoritas saham adalah Bank Mandiri mencapai 51,2%. Sementara BNI juga akan mendapat jatah 25%, diikuti BRI 17,4%. Sementara Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) BRI Saham Syariah akan mengantongi 2%. Porsi saham untuk publik hanya 4,4%.

Penggabungan Bank Syariah pelat merah ini diharapkan mampu meningkatkan penetrasi aset syariah, integrasi industri keuangan syariah Indonesia, dan meningkatkan daya saing di kancah internasional. Selain itu, tergabungnya BRI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Mandiri Syariah guna menekan guncangan akibat krisis pandemi Covid-19.

“Dengan adanya rencana penggabungan, diharapkan bank hasil penggabungan akan memiliki modal dan aset yang cukup, dari segi finansial, sumber daya manusia, sistem teknologi informasi maupun produk-produk untuk dapat memenuhi kebutuhan nasabah sesuai dengan prinsip syariah,” seperti tertulis dalam ringkasan rancangan penggabungan yang terpublikasi di Bisnis Indonesia pada Rabu (21/10) lalu.