BUMN Jadi Motor Penggerak Bursa Saham

Bursa saham Indonesia mulai menunjukkan peningkatan setelah tertekan pada awal pandemi. Pergerakan bursa ditopang saham-saham emiten BUMN.
Dwi Hadya Jayani
10 November 2020, 18:30

Saham-saham emiten perusahaan milik negara menjadi penggerak bursa saham di tanah air. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat mengalami tekanan selama pandemi Covid-19. Bahkan sempat ke titik terendah 4.338,9 pada 23 Maret 2020.

Meski demikian, dalam enam bulan terakhir bursa kembali bergerak naik. Hal ini terutama dikerek oleh saham-saham BUMN. Terutama yang masuk dalam indeks BUMN20. Kinerja indeks tersebut mampu mengungguli saham LQ45.

Dalam rentang enam bulan, yakni periode 8 Mei hingga 10 November 2020 saham BUMN20 naik 36%, sedangkan LQ45 sebesar 26%. Emiten yang mengalami kenaikan harga saham tertinggi terdapat pada sektor konsumer dan pertambangan.

Dua emiten di sektor tersebut adalah Kimia Farma (KAEF) dan Aneka Tambang (ANTM) yang kenaikan harganya di atas 100%. Pemicu kenaikan kedua sektor ini karena adanya harapan perkembangan vaksin Covid-19 dan kenaikan harga nikel dunia.