Wabah Pengangguran di Masa Covid-19

Selama pandemi, terdapat 29,12 juta penduduk usia kerja yang terkena dampak. Di antaranya 2,56 juta orang menjadi pengangguran dan 24,03 juta pekerja mengalami pengurangan jam kerja.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
17 November 2020, 10:10

Pandemi Covid-19 menyebabkan angka pengangguran melonjak. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total pengangguran bertambah 2,67 juta menjadi 9,77 juta orang per Agustus 2020.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan angka tersebut merupakan 14,28% dari total penduduk usia kerja sebanyak 203,97 juta.

Selama pandemi, terdapat 29,12 juta penduduk usia kerja yang terkena dampak. Di antaranya 2,56 juta orang yang menjadi pengangguran, 760 ribu orang menjadi bukan angkatan kerja, kemudian 1,77 juta orang menjadi sementara tidak bekerja. Sementara mayoritas atau sebanyak 24,03 juta pekerja mengalami pengurangan jam kerja.

Ekonom Center of Reform on Economics Yusuf Rendy Manilet memperkirakan bahwa jika sampai kuartal I-2021 kasus Covid-19 belum menunjukkan perbaikan, maka ada potensi proses pemulihan ekonomi berjalan lambat. Maka dari itu, dia menuturkan bahwa potensi pertambahan jumlah penduduk usia kerja yang terdampak pandemi terutama pengangguran masih akan terjadi.

“Apakah itu akan lebih besar atau tidak akan tergantung dari kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar,” ujar Yusuf kepada Katadata.co.id, Kamis (5/11).

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.