Penjualan Rumah Terpuruk saat Pandemi

Selain mengeluhkan tingkat suku bunga, konsumen juga menilai uang muka KPR masih terlalu tinggi.
Image title
20 November 2020, 08:58

Survei yang dilakukan Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan penjualan rumah baru turun drastis selama pandemi Covid-19. Semua jenis rumah tercatat mengalami penurunan. Pada kuartal I-2020, penjualan rumah turun hingga -43,2% (YoY) dan sedikit membaik menjadi -25,6% pada kuartal berikutnya.

Turunnya pertumbuhan penjualan tersebut tecermin dari penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Pada kuartal I-2020, penyaluran KPR di bank umum hanya 7,1% (YoY) dan menjadi 4,1% pada kuartal selanjutnya. Padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya masih tumbuh 13,1% dan 12,9%.

Menurut BI, turunnya penjualan rumah tersebut tak lepas dari imbas pandemi Covid-19, sehingga konsumen cenderung menahan diri untuk survei rumah. Kemudian yang dikeluhkan konsumen adalah tingkat suku bunga dan uang muka yang dianggap masih tinggi.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.