Rasio Positif Corona RI Naik Drastis

Naiknya tingkat kepositifan seiring dengan rendahnya penduduk yang dites Covid-19 menunjukkan pelacakan kontak erat pun rendah.
Image title
Oleh Yosepha Pusparisa
9 Desember 2020, 10:38

Tingkat kepositifan atau positivity rate Covid-19 Indonesia meningkat drastis dalam sepekan terakhir pada 1-7 Desember 2020. Pada Senin (7/12) lalu, angkanya bahkan mencapai 26,7%, sekaligus yang terbesar sejak awal pandemi. Titik tersebut sama dengan lima kali batas aman Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang sebesar 5%. 

Tingkat kepositifan adalah persentase dari kasus positif Covid-19 dibandingkan dengan jumlah orang yang dites. Angka ini dapat menunjukkan laju penularan penyakit tersebut di suatu wilayah dalam periode tertentu. (Baca: Rapuhnya Nasib Lansia Indonesia di Masa Pagebluk)

Naiknya tingkat kepositifan seiring dengan rendahnya penduduk yang dites Covid-19 menunjukkan pelacakan kontak erat pun rendah. Padahal tindakan tersebut merupakan upaya deteksi dini, sehingga masyarakat yang pernah berkontak erat dengan pasien Covid-19 dapat segera dirawat atau isolasi mandiri.

Hingga Senin (7/12) lalu, Kementerian Kesehatan mencatat 5.754 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 baru. Sehingga Indonesia memiliki 581.550 kasus. Sebanyak 479.202 kasus di antaranya dinyatakan sembuh, sedangkan 17.867 lainnya meninggal dunia. (Baca: Stigma Penyintas Covid-19 yang Bisa Memperpanjang Pandemi)

Semua orang perlu mawas diri dan mengikuti protokol kesehatan. Setidaknya penerapan 3M, yakni mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker, dan menjaga jarak harus terus dilakukan.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan