Lamanya Waktu Penemuan Vaksin Flu

Imunisasi diharapkan dapat memperkuat perlindungan tubuh secara masif (herd immunity) dari virus corona.
Andrea Lidwina
Oleh Andrea Lidwina
5 Januari 2021, 09:06

Vaksinasi menjadi “game changer” dalam penanganan pandemi Covid-19. Imunisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan tubuh secara masif (herd immunity) dari virus corona.

Sejarah mencatat sudah beberapa kali terjadi pandemi flu di dunia. Mulai dari Flu Spanyol pada 1918 hingga Covid-19. Namun dari setiap pandemi membutuhkan vaksin yang berbeda-beda. Pengembangan vaksinnya membutuhkan waktu yang tidak sama. (Baca: Keraguan Masyarakat Menyambut Vaksinasi Covid-19)

Vaksin Flu Spanyol, misalnya, ditemukan sekitar 22 tahun setelah kasus pertama diidentifikasi pada Maret 1918. Namun, Flu Asia yang terjadi pada 1957 dan Flu Hong Kong pada 1968 hanya membutuhkan 4-5 bulan untuk melakukan vaksinasi pertama. Vaksin Flu Babi juga berhasil dikembangkan dalam waktu delapan bulan pada 2009.

Meski begitu, beberapa vaksin masih belum ditemukan hingga kini, salah satunya Flu Burung yang disebabkan virus H5N1. Proses pengembangannya pun telah berlangsung selama 17 tahun. Kemudian, SARS dan MERS yang sama-sama disebabkan virus corona. Kasus pertama SARS tercatat pada Februari 2003, sedangkan MERS pada April 2012.

Sementara itu, pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Desember 2019 mulai menemukan titik terang terkait vaksin pada Desember lalu. Pasalnya, hasil uji klinis beberapa kandidat vaksin menunjukkan tingkat keamanan dan efikasi yang tinggi sehingga bisa digunakan di sejumlah negara, seperti Inggris, Kanada, dan Amerika Serikat. (Baca: Potensi Bahaya Penyebaran Varian Baru Corona di Indonesia)

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.