Menguji Keampuhan Vaksin Sinovac

Pemberian izin penggunaan darurat atas vaksin Sinovac setelah BPOM mempertimbangkan hasil uji klinik fase tiga yang dilakukan di Bandung.
Dwi Hadya Jayani
13 Januari 2021, 14:43

Program vaksinasi Covid-19 nasional dimulai pada Rabu 13 Januari. Ditandai dengan penyuntikan vaksin perdana kepada Presiden Joko Widodo di halaman Istana Negara, Jakarta.

Program vaksinasi tersebut dilaksanakan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin buatan Sinovac pada 11 Januari lalu. (Video: Pidato Jokowi Setelah Disuntik Vaksin Covid-19)

Pemberian izin tersebut setelah BPOM mempertimbangkan hasil uji klinik fase tiga yang dilakukan di Bandung pada tahun lalu. Di samping mempertimbangkan hasil uji klinik di Turki dan Brasil.

Hasilnya, vaksin ini dinyatakan aman dengan efek simpang yang ditimbulkan ringan hingga sedang. Hanya 0,1 hingga 1% dampak berat yang ditimbulkan. Efek ini pun tidak berbahaya dan dapat pulih kembali.

Adapun khasiat untuk mencegah terinfeksi, hasil uji klinik fase tiga menunjukkan tingkat efikasi vaksin sebesar 65,3%. (Baca: Aturan Menkes Terbit, Ada 6 Kelompok Prioritas Penerima Vaksin Corona)

Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah memberikan fatwa halal bagi vaksin tersebut. 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan