Pelindung Wajah Bukan Pengganti Masker

“Tak ada alat pelindung pribadi yang aman 100%. Kita tetap harus melakukan hal-hal lainnya,” ujar profesor penyakit dalam University of Iowa Carver College of Medicine, Eli Perencevich.
Image title
8 Februari 2021, 07:50

Beberapa waktu lalu, para pengguna media sosial banyak mengkritik para pegiat industri hiburan. Mereka hanya menggunakan pelindung wajah (face shield), tanpa mengenakan masker ketika tampil di layar kaca.

Penggunaan pelindung wajah baru akan efektif menahan penularan Covid-19, jika dipakai bersamaan dengan masker. Hal ini karena pelindung wajah masih memberi celah aerosol untuk masuk. Kadar efektivitasnya hanya 23%. Berbeda dengan masker yang efektif menghalau mikroorganisme hingga 74-90%. Sehingga penggunaan pelindung wajah dan masker bersifat saling melengkapi.

“Tak ada alat pelindung pribadi yang aman 100%. Kita tetap harus melakukan hal-hal lainnya,” ujar profesor penyakit dalam sekaligus epdemiologi University of Iowa Carver College of Medicine, Eli Perencevich, seperti dikutip dari AARP.

Selain penggunaan pelindung wajah yang harus dilengkapi dengan masker, menerapkan protokol kesehatan tetap perlu dilanjutkan. Semua orang diharapkan rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan tak berkerumun.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan