Lampu Hijau Vaksin AstraZeneca

Badan obat Eropa menilai, belum ada bukti kuat vaksin AstraZeneca menyebabkan risiko pembekuan darah. Apalagi manfaat vaksin lebih besar daripada risikonya.
Dwi Hadya Jayani
20 Maret 2021, 08:08

Sejumlah negara sempat menunda penggunaan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca. Hal ini lantaran ditemukan sejumlah kasus pembekuan darah yang diduga akibat efek samping vaksin tersebut. 

Namun hasil penyelidikan European Medicines Agency (EMA), tidak ditemukan adanya bukti yang mengindikasikan risiko pembekuan darah yang berasal dari vaksin. Badan obat Eropa tersebut menilai vaksin dapat digunakan secara aman.  (Analisis Data: Gerak Lambat Vaksinasi Covid-19 di Indonesia, Kapan Selesainya?)

“Manfaat vaksin jauh lebih besar dibandingkan risikonya,“ sebut EMA dalam rilis hasil rapat darurat pada 18 Maret 2021 lalu.

Berdasarkan keputusan tersebut, beberapa negara Eropa yang semula menangguhkan vaksinasi memutuskan untuk melanjutkan kembali program vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca. (Analisis Data: Indonesia Setelah Setahun Pandemi)

Hal sama dilakukan BPOM yang juga memberikan lampu hijau terhadap vaksin hasil kerja sama dengan Universitas Oxford tersebut. Terlebih, vaksin AstraZeneca yang diterima Indonesia diproduksi di Korea Selatan dengan jaminan mutu sesuai standar persyaratan global untuk Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

BPOM, Kementerian Kesehatan, dan Komnas PP KIPI terus memantau keamanan vaksin yang digunakan di Indonesia dan menindaklanjuti isu setiap kejadian pascavaksinasi. (Infografik: Polemik Vaksin Nusantara Besutan Terawan)

Konten cek fakta ini kerja sama Katadata dengan Google News Initiative untuk memerangi hoaks dan misinformasi vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia.

google news initiative x katadata

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.