Anak Sulit Belajar Membaca Selama Pandemi

Penutupan sekolah selama pandemi Covid-19 menyebabkan siswa keslitan belajar membaca.
Dwi Hadya Jayani
5 Mei 2021, 11:57

Penutupan sekolah selama pandemi Covid-19 telah menurunkan kualitas pendidikan di seluruh dunia. Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Budaya PBB (UNESCO) memproyeksikan terdapat sekitar 101 juta anak mengalami kesulitan belajar membaca. (Baca: Risiko-risiko Masa Depan Pelajar Indonesia Pasca-Pandemi)

Ancaman serupa turut terjadi di Indonesia. Menurut Bank Dunia, penutupan sekolah berimbas terhadap kemampuan siswa di tanah air yang diukur berdasarkan PISA. Skor PISA dalam membaca pelajar Indonesia dapat turun antara 11 hingga 21 poin jika sekolah ditutup antara empat sampai delapan bulan. (Baca: Rapor Merah Belajar Online Saat Pandemi)

Padahal sebelum pandemi pun skor membaca PISA Indonesia telah mengalami penurunan. “Kondisi ini dapat menyebabkan hilangnya nilai pendapatan seumur hidup untuk semua siswa yang setara dengan US$ 151 miliar atau 13,5% dari PDB 2019,” tulis Bank Dunia dalam laporan “Janji Pendidikan Indonesia” yang dirilis November 2020.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.