Waspada Gejala “Long Covid-19” pada Anak

Kasus Covid-19 pada anak-anak terus bertambah. Orang tua perlu mewaspadai dampak berkelanjutan atau long Covid-19 terhadap mereka-anak.
Image title
23 Juni 2021, 06:40

Kasus Covid-19 pada anak-anak berusia 18 tahun ke bawah terus bertambah. Hal ini perlu mewaspadai dampak jangka panjang Covid-19 terhadap mereka. Gejala berkelanjutan (long covid) ini bisa terjadi hingga lebih dari 120 hari sejak diagnosis awal.

Berdasarkan studi yang dilakukan Fondazione Policlinico Universitario A. Gemelli IRCCS di Roma Italia, terhadap 129 anak yang terkena Covid-19, baik yang bergejala maupun tak bergejala kala didiagnosis awal. Ditemukan sejumlah kasus yang mengalami long covid. (Baca: Potensi Kolapsnya Rumah Sakit di Tengah Gelombang Baru Covid-19)

Hasilnya sebanyak 18,6% anak mengalami insomnia, sedangkan 14,7% anak merasakan gejala pernapasan (termasuk dada sesak), dan 12,4% anak menghadapi hidung tersumbat.

Tak hanya itu, gejala lainnya yang terdeteksi adalah kelelahan (10,8%), sakit pada otot (10,1%), kesulitan konsentrasi (10,1%), serta sakit pada sendi (6,9%). (Baca: Anak di Indonesia Lebih Rentan Terinfeksi Covid-19)

Sementara itu di tanah air, Kementerian Kesehatan mencatat penderita Covid-19 anak-anak tercatat mencapai 248.739 kasus atau 12,5% dari total kasus hingga Minggu, 20 Juni 2021. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menemukan, tingkat kematian pada anak mencapai 3-5%, sekitar 1.000 kematian per pekan.

“Jadi negara kita memiliki jumlah kematian paling banyak di dunia. Bisa dibayangkan, satu dari delapan pasien tersebut adalah anak, dan meninggal 3-5%, serta bervariasi setiap pekan,” kata Ketua Umum IDAI Aman B. Pulungan dalam konferensi pers virtual yang disiarkan IDAI TV, Sabtu, 19 Juni 2021. (Baca: Risiko-risiko Masa Depan Pelajar Indonesia Pasca-Pandemi)

Orang tua perlu mengantisipasi gejala berkelanjutan Covid-19 pada anak. Konsultasikan pada dokter, jika anak mulai menunjukkan gejalanya. Selain itu, orang tua wajib mencatat gejala yang muncul agar memudahkan dokter dalam pemeriksaan. Anak perlu didorong untuk banyak beristirahat di rumah, serta jangan memaksanya untuk masuk sekolah ketika kondisi tak memungkinkan.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.