Panduan Isolasi Mandiri Covid-19 di Rumah

Isolasi mandiri di rumah merupakan alternatif perawatan pasien Covid-19 di tengah keterbatasan ruang di rumah sakit.
Cindy Mutia Annur
30 Juni 2021, 07:08

Sejumlah rumah sakit (RS) penanganan Covid-19 di berbagai wilayah semakin penuh akibat melonjaknya kasus corona di tanah air. Sebagai alternatif, orang tanpa gejala (OTG) dan pasien bergejala ringan dapat melakukan perawatan atau isolasi mandiri di rumah. 

Kementerian Kesehatan pun telah mengeluarkan kriteria prioritas pasien yang bisa dirawat di RS, yakni utamanya yang bergejala sedang, berat, dan kritis. (Baca: Tingkat Penularan Virus Corona Varian Delta Mencapai 97%)

Adapun OTG merupakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, tapi tidak memiliki gejala. Sementara itu, pasien gejala ringan dapat mengalami demam, batuk, pilek, sakit kepala, tanpa sesak napas. 

Meski demikian, OTG maupun pasien gejala ringan diharuskan melakukan pemantauan mandiri, meminum obat yang telah diberikan, menjalankan protokol kesehatan, dan terus berkomunikasi dengan petugas kesehatan.

Pemantauan mandiri yakni berupa  memantau suhu tubuh, gejala harian, mengecek kadar oksigen dalam darah (saturasi oksigen), dan memantau tanda-tanda gejala bahaya. (Baca: Keterisian Tempat Tidur RS Rujukan Covid-19 di Jawa Barat Capai 90,32%)

Gejala bahaya di antaranya berupa saturasi oksigen di bawah 94-93%, mengalami sesak napas, batuk berdarah, pingsan, kelelahan dan nyeri otot parah, ruam pada kulit, buang air kecil berkurang/berhenti, hingga mengigil.

Apabila pasien Covid-19 mengalami sejumlah gejala tersebut maka sebaiknya dirujuk untuk perawatan di rumah sakit karena termasuk kategori gejala sedang/berat. (Baca: Keterisian Tempat Tidur RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Capai 93%)

Adapun laporan Kementerian Kesehatan menunjukkan, tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) RS penanganan Covid-19 di Jakarta telah mencapai 93% hingga Sabtu, 26 Juni 2021. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.