Mutasi Lanjutan Corona Varian Delta

Virus corona varian Delta (B.1.617.2) yang pertama kali ditemukan di India diduga telah mengalami mutasi dan menyebar ke sejumlah negara.
Image title
6 Juli 2021, 08:19

Virus corona varian Delta (B.1.617.2) yang pertama kali ditemukan di India diduga telah mengalami mutasi. Varian yang dinamakan Delta Plus (AY.1 dan AY.2) itu diperkirakan telah menyebar ke sejumlah negara.

Delta Plus (AY.1) pertama kali teridentifikasi di Eropa. Varian baru ini membawa mutasi protein spike yang disebut K417N. Unsur tersebut juga terdeteksi dalam varian Beta (B.1.351) yang pertama kali tercatat di Afrika Selatan. (Baca: Gunung Es Ledakan Kasus Covid-19 Indonesia, Apa Faktornya?)

“Mutasi K417N telah menjadi perhatian karena keberadaannya dalam varian Beta (garis keturunan B.1.351), yang dilaporkan dapat menghindari imun kekebalan,” sebut Kementerian Kesehatan India dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Aljazeera.

Pejabat kesehatan India menyebut, varian Delta Plus memiliki beberapa karakteristik. Pertama meningkatkan transmisi, lebih mengikat reseptor sel paru-paru, dan berpotensi mengurangi respons antibodi. (Baca: Pentingnya Vaksinasi Covid-19 untuk Anak dan Remaja)

Genom Delta Plus (AY.1) telah tersebar di 10 negara hingga 22 Juni 2021. Temuan terbanyak berada di Amerika Serikat dengan 83 genom, diikuti Portugal (22), Swiss (18), serta Jepang (15). Sederhananya, genom merupakan kumpulan informasi genetik suatu organisme.

Meski demikian, sejumlah cara dapat mencegah dan menekan penularan varian Delta Plus (AY.1 dan AY.2). Tiap orang perlu melakukan vaksinasi Covid-19 ketika akses tersedia. Protokol kesehatan perlu diterapkan, seperti menggunakan masker ganda, jaga jarak, dan menjaga kebersihan tangan.

Sementara, pemerintah wajib memperketat pengawasan dan mobilitas masyarakat. Bertambahnya cakupan tes Covid-19 dan mempercepat pelacakan kontak, akan memudahkan penanganan pandemi yang berhadapan dengan beragam varian virus corona, termasuk Delta Plus.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.