Bahaya Konsumsi Vitamin C Dosis Tinggi Berlebihan

Banyak saran untuk mencegah terinfeksi Covid-19, salah satunya mengonsumsi vitamin C dosis tinggi setiap tiga jam.
Cindy Mutia Annur
6 Juli 2021, 15:00

Vitamin C dikenal sebagai salah satu bahan yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga imunitas. Namun selama pandemi Covid-19 muncul rumor agar mengonsumsi vitamin C dosis tinggi, yakni di atas 1.000 mg setiap tiga jam untuk menangkal penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 tersebut.

Faktanya belum ada penelitian yang menunjukkan vitamin C dapat menangkal virus corona.  Profesor epidemiologi dan nutrisi dari Harvard T.H. Chan Chan School of Public Health, Walter Willett, menjelaskan mengonsumsi vitamin C berlebihan tidak akan memberikan perlindungan bagi tubuh. Sebaliknya justru berbahaya. (Baca: Gunung Es Ledakan Kasus Covid-19 Indonesia, Apa Faktornya?)

Dosis konsumsi vitamin C yang disarankan untuk orang dewasa yakni berkisar hanya 75-90 mg per hari. Sementara itu, pada kasus orang sakit tertentu batas dosis mengonsumsi vitamin C maksimal sebanyak 2.000 mg per hari.

Ada sejumlah efek dari mengonsumsi vitamin C dengan dosis tinggi terlalu banyak. Di antaranya yakni dapat menyebabkan diare, mual, gastritis (peradangan lambung), sakit kepala, insomnia (gangguan tidur), hingga penyakit batu ginjal. (baca: Bahaya Kesehatan Mengintai Saat Olahraga Pagi Hari di Jakarta)

Vitamin C memamg berpengaruh pada kekebalan tubuh seseorang. Dalam penelitian tentang keefektifannya terhadap virus yang menyebabkan flu biasa, vitamin C disebut tidak membuat seseorang tidak bisa kena flu. Vitamin hanya dapat membantu si penderita mengatasi flu lebih cepat dan membuat gejalanya tidak terlalu parah. 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.