Benarkah Vaksin Covid-19 Sebabkan Kematian?

Program vaksinasi dapat mengurangi jumlah infeksi dan kematian, sehingga penting setiap individu mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19 sesegera mungkin.
Image title
3 Agustus 2021, 08:30

Berbagai rumor vaksinasi corona dan efek sampingnya mengakibatkan sebagian warga masih enggan untuk melakukannya, salah satunya vaksin Covid-19 menyebabkan kematian. Namun faktanya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa vaksinasi Covid-19 justru dapat mencegah potensi kematian.

Studi Public Health England (PHE) menunjukkan, satu dosis vaksin Pfizer atau AstraZeneca dapat mengurangi potensi kematian hingga 75-80%. Dalam riset lainnya, PHE mengungkapkan bahwa vaksinasi Covid-19 dapat mengurangi lebih dari 7,1 juta infeksi dan 27 ribu kematian di Inggris pada Juni lalu. (Baca: Beda Nasib Lonjakan Kasus Covid-19 di Inggris dengan Indonesia)

Peneliti senior Universitas Cambridge Dr. Paul Birrell mengatakan, jumlah infeksi dan kematian yang diselamatkan oleh program vaksinasi terus tumbuh secara eksponensial seiring program vaksinasi berlanjut. “Inilah mengapa sangat penting bagi kita semua untuk mendapatkan dua dosis vaksin sesegera mungkin,” ujar Paul dikutip dari GOV.UK pada 28 Juni 2021 lalu.

Studi Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pun menunjukkan, vaksinasi manjur untuk mencegah gejala Covid-19 semakin parah. Studi itu menunjukkan, hanya ada 2% pasien yang sudah divaksinasi meninggal dan 10% pasien yang dirawat di rumah sakit setelah melakukan vaksinasi lengkap. (Baca: Mengurai Masalah Ketimpangan Vaksinasi Covid-19 di Indonesia)

Sementara berdasarkan studi yang dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19, risiko kematian Covid-19 dipengaruhi oleh dua faktor, yakni usia dan penyakit penyerta (komorbid). Studi itu menunjukkan, usia 60 tahun ke atas memiliki risiko kematian akibat Covid-19 sebesar 19,5 kali lipat. Sementara itu, penyakit ginjal memiliki risiko kematian corona sebesar 13,7 kali lipat. (Baca: Mengapa Keparahan Gelombang Baru Covid-19 Tak Merata di Dunia?)

Menurut studi yang dipublikasikan National Center for Biotechnology Information (NCBI), vaksinasi tetap manjur dan aman dilakukan bagi individu komorbid. Hal ini juga didukung oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) agar masyarakat dengan komorbid tetap melakukan vaksinasi Covid-19.

Konten cek fakta ini kerja sama Katadata dengan Google News Initiative untuk memerangi hoaks dan misinformasi vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia.

google news initiative x katadata
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.