KRI Golok 688, Kapal Perang Buatan Banyuwangi

Kapal perang KRI Golok 688 berjenis kapal cepat rudal trimaran yang diproduksi di dalam negeri,
Dwi Hadya Jayani
26 Agustus 2021, 08:39

TNI Angkatan Laut (AL) memiliki kapal perang baru, yakni KRI Golok 688. Alat peralatan utama sistem pertahanan (alutsista) ini bertipe kapal cepat rudal (KCR) trimaran yang diproduksi di galangan kapal di Banyuwangi, Jawa Timur.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono menjelaskan, KRI Golok 688 merupakan kapal perang Indonesia pertama yang terbuat dari bahan komposit. Keunggulan bahan ini adalah kuat dan ringan, serta lebih tahan terhadap korosi. (Baca: Raibnya Kapal Selam Nanggala)

“Kapal ini dapat dijadikan desain pengembangan sebagai prototipe kapal trimaran,” kata Yudo seperti dikutip dari siaran pers TNI AL, Sabtu, 21 Agustus 2021. Yudo mengatakan, kapal yang diproduksi oleh PT Lundin Industry Invest tersebut sekaligus dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor alutsista.

KRI Golok 688 memiliki spesifikasi panjang seluruhnya 62,53 meter, lebar 16 meter, tinggi kapal sebesar 18,7 meter berdasarkan draft dengan bobot 53,1 ton. Kecepatan maksimum dari kapal ini mencapai 28 knots dengan kecepatan jelajah 16 knots. Selain itu kapal ini memiliki meriam 30 mm dan senapan 12,7 sebagai senjata. Kemudian, dapat mengakut hingga 30 anak buah kapal (ABK). (Baca: Ragam Kelas Kapal Selam Dunia)

PT Lundin merupakan perusahaan galangan kapal yang berada di Banyuwangi sejak 2003. Perusahaan yang dimiliki pasangan asal Swedia John dan Lizza Lundin tersebut memiliki areal pabrik seluas 38 ribu m2 dengan kapasitas produksi mencapai 500 ton vessel. Jenis kapal yang diproduksi antara lain, kapal militer, SAR, patroli, hingga kebutuhan khusus.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.