Waspada Kanker Prostat yang Diderita SBY

Penyakit kanker prostat salah satu penyakit yang banyak menyerang laki-laki. Di Indonesia, prevalensinya mencapai 31 kasus per 100 ribu penduduk.
Image title
11 November 2021, 21:13

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didiagnosa menderita penyakit kanker prostat stadium awal. Kanker prostat adalah salah satu yang banyak diderita di dunia.

Kanker prostat adalah pertumbuhan sel-sel secara tidak terkendali dalam kelenjar prostat, suatu kelenjar kecil di panggul pria yang merupakan bagian dari sistem reproduksi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat 1,41 juta kasus kanker prostat di dunia pada 2020.

Sementara di Indonesia, WHO mencatat, ada 13.563 kasus kanker prostat baru dan 4.863 kematian akibat kanker prostat pada 2020. Adapun, prevalensinya sebesar 31,06 kasus per 100.000 penduduk.

Kanker ini kerap menjadi silent killer bagi para pria sebab kadang kala penderitanya tidak mengalami gejala apa pun. Gejala baru dirasakan ketika kanker sudah memasuki stadium akhir. Pada stadium awal, umumnya kanker prostat tidak menunjukkan gejala yang mencurigakan.

Setelah stadium lanjut, gejalanya baru muncul ketika prostat sudah membengkak terlalu besar dan mulai memengaruhi uretra. Gejala-gejalanya yang muncul seperti sering buang air kecil terutama malam hari, urine sulit keluar, penis terasa sakit saat ejakulasi, dan ada darah di dalam urine.

Beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Usia. Risiko seorang pria terkena kanker prostat meningkat dengan bertambahnya usia setelah 50 tahun
  2. Riwayat keluarga. Pria dengan riwayat keluarga menderita kanker prostat memiliki risiko lebih tinggi. Pria yang Jika memiliki saudara kandung atau ayah yang terkena kanker prostat, risikonya meningkat lebih dari dua kali lipat.
  3. Diet. Diet tinggi lemak menjadi faktor risiko kanker prostat. Angka kejadian kanker ini lebih tinggi di negara dengan masyarakat pengonsumsi daging dan susu yang tinggi
  4. Faktor risiko lainnya. Seperti genetik (bakat), obesitas, merokok, radang, dan infeksi prostat yang ditularkan melalui hubungan seksual.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.