Faktor Genetika Mempengaruhi Risiko Covid-19

Vaksinasi memiliki peran penting untuk melindungi seseorang dari dampak buruk Covid-19.
Image title
18 November 2021, 06:10

Genetika yang dimiliki seseorang dapat mempengaruhi kemampuan dalam bertahan menghadapi Covid-19. Hal ini terlihat dari penelitian yang dilakukan tim peneliti dari Universitas Oxford baru-baru ini.

Para peneliti tersebut mengidentifikasi adanya gen bernama LZTFL1 yang dapat meningkatkan risiko gagal pernapasan dan kematian akibat Covid-19. Gen ini ternyata banyak dimiliki oleh orang-orang dari keturunan Asia Selatan dan Eropa.

“Ini mungkin sebagian menjelaskan mengapa angka kematian yang tinggi terjadi di Inggris saat ini,” sebut para peneliti yang dikutip dari Nature.

Dalam riset berjudul “Identification of LZTFL1 as a candidate effector gene at a COVID-19 risk locus” yang dipublikasikan di Nature pada 4 November 2021 tersebut, para peneliti mengungkapkan sebanyak 60% orang Asia Selatan dan 15% orang keturunan Eropa memiliki gen yang berisiko tinggi tersebut.

Peneliti juga memperkirakan bahwa gen yang berisiko itu ada pada sekitar 2% orang Afrika-Karibia dan 1,8% orang keturunan Asia Timur. Mereka mempercayai bahwa gen yang berisiko ini membuat paru-paru seseorang menjadi lebih rentan terhadap virus Covid-19.

Gen LZTFL1 menyebabkan mekanisme pertahanan paru-paru berkurang. Namun, gen tersebut tidak mempengaruhi sistem kekebalan tubuh yang membuat antibodi melawan infeksi. Menurut peneliti, orang dengan gen tersebut akan banyak mendapatkan manfaat dari vaksinasi, yang tetap menjadi metode perlindungan terbaik.

Kepala peneliti Profesor James Davies menegaskan bahwa, temuan ini tidak serta merta berdampak pada seluruh populasi secara merata. Ada beragam faktor, termasuk usia dan keadaan sosial-ekonomi yang turut berkontribusi pada risiko kematian akibat Covid-19 di setiap individu.

Temuan ini diharapkan akan meningkatkan penelitian pengobatan khusus untuk pasien dengan gen LZTFL1, meskipun saat ini belum ada obat yang tersedia. Sebagai informasi, penelitian ini menggunakan kecerdasan buatan dan teknologi molekuler untuk menganalisis data genetik dari ratusan jenis sel di seluruh tubuh.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.