Adu Cepat Unicorn di Asia Tenggara

Jumlah unicorn di Asia Tenggara terbilang pesat, yakni dari hanya 12 pada 2020 menjadi 26 pada 2021.
Dwi Hadya Jayani
6 Desember 2021, 06:45

Asia Tenggara menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital dunia. Hal ini terlihat dari nilai kesepakatan investasi startup yang tumbuh hingga 83% pada semester I-2021. Selain juga bertambahnya jumlah perusahaan berstatus unicorn.

Berdasarkan laporan “e-Conomy SEA 2021” kesepakatan investasi digital di Asia Tenggara tercatat sebesar US$ 11,5 miliar pada semester I-2021. Sekitar 49% dari nilai investasi tersebut disalurkan untuk unicorn atau yang memiliki valuasi di atas US$ 1miliar.

Dari data CB Insight dan Crunchbase, terdapat 26 unicorn di Asia Tenggara. Jumlah tersebut naik dari hanya 12 pada tahun lalu. Adapun Indonesia memiliki unicorn terbanyak kedua yakni delapan perusahaan.

GoTo, yang merupakan gabungan Gojek dan Tokopedia, adalah unicorn memiliki valuasi tertinggi sebesar US$ 30 miliar. Valuasi ini lebih besar dua kali dari pesaingnya, Grab, unicorn asal Singapura. Valuasi Grab sebesar US$ 14,3 miliar, tertinggi di Asia Tenggara.

Singapura memiliki jumlah unicorn terbanyak di Asia Tenggara, yaitu sebanyak 13 unicorn. Kemudian, Thailand dan Filipina masing-masing memiliki dua unicorn. Sementara Malaysia hanya memiliki satu unicorn, yaitu Carsome dengan valuasi US$ 1,3 miliar. Unicorn asal Malaysia ini bergerak di bidang e-commerce.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.