Persaingan Sengit Bisnis Pesan-Antar Makanan di ASEAN

Bisnis pesan-antar makanan di Asia Tenggara mencapai US$15,5 miliar atau tumbuh 30% pada 2021
Dwi Hadya Jayani
10 Maret 2022, 10:35

Indonesia merupakan pasar terbesar bisnis pesan-antar makanan di Asia Tenggara. Data yang dirilis Momentum Works menyebutkan, total nilai transaksi atau gross merchandise value (GMV) layanan mencapai US$4,6 miliar atau sekitar Rp 65,3 triliun.

Di bawah Indonesia, pasar terbesar selanjutnya adalah Thailand dan Singapura yang mencapai US$4 miliar dan US$2,9 miliar. Kemudian Malaysia dan Filipina dengan masing-masing US$1,6 miliar. Terakhir, Vietnam mencatatkan GMV sebesar US$ 800 juta. (Baca Analisis: Potensi Bisnis Pesan-Antar Makanan Daring Makin Besar)

Dari segi penggunaan aplikasi, pangsa pasar GrabFood adalah yang terbesar. Aplikasi asal Singapura terebut memiliki GMV mencapai US$7,6 miliar. Angka ini melampaui FoodPanda yang sebesar US$3,4 miliar dan Gojek US$2 miliar.

Secara umum, Momentum Works menjelaskan terdapat lonjakan signifikan pada layanan pesan-antar makanan. Total GMV layanan pesan-antar makanan Asia Tenggara sebesar US$15,5 miliar pada 2021, naik 30% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan pada 2021 lebih tinggi dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencatatkan kenaikan 18,3%.

“2020 melihat pertumbuhan yang signifikan dalam permintaan layanan pengiriman makanan. Lonjakan volume berlanjut hingga tahun 2021,” jelas Momentum Works dalam laporan yang berjudul Food Delivery Platforms in Southeast Asia (SEA) Januari 2022.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.