Porsi EBT di Pembangkit Listrik Negara G20

Komposisi pembangkit listrik berbasis energi terbarukan (EBT) di Indonesia masih tertinggal dari negara G20 lain.
Vika Azkiya Dihni
14 Mei 2022, 14:21

Transisi energi menjadi salah satu topik utama yang diangkat dalam KTT G20 Indonesia. Salah satunya melalui penggunaan energi baru terbarukan (EBT) dalam pembangkit listrik.

Indonesia menargetkan proporsi EBT dalam pembangkit listrik mencapai 29% pada 2030, sementara porsi EBT saat ini baru berkisar 15%.  Dalam posisi Presidensi G20, Indonesia diharapkan dapat menjadi model dalam program transisi energi, baik dari segi percepatan maupun komposisinya.

Namun, posisi Indonesia masih tertinggal di antara negara G20 lainnya. Indonesia berada di posisi terendah kedua setelah Arab Saudi.

Sementara Brasil memiliki tingkat bauran EBT yang terbesar di antara negara G20, yakni 83,2%. Terkait dengan hal tersebut, Brasil menggunakan skema Feed-in-Tariff sebagai kebijakan pendukung pengembangan EBT. Implementasi skema negara tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia mengakselerasi pengembangan EBT di dalam negeri. 

Dalam Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia telah dijelaskan, Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon mencapai 29% pada 2030. Hal tersebut dilakukan dengan cara mengurangi secara signifikan penggunaan energi atau bahan bakar minyak (BBM) berbasis fosil, dan mengoptimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan, proses transisi energi menjadi salah satu langkah krusial yang dapat ditempuh oleh dunia internasional dalam mengurangi emisi karbon sehingga menciptakan sistem energi yang berkelanjutan dan lebih bersih.

"Selama proses transisi energi, tantangan di negara-negara berkembang akan jauh lebih kompleks dari sisi pengembangan teknologi dan pendanaan. Untuk itu, harus ada penetapan standar yang lebih tinggi mengenai lingkungan, sosial serta tata kelola”, ujar Arifin dikutip dari Kementerian ESDM, Senin, 25 April 2022.

Dalam rangka mendukung kampanye penyelenggaraan G20 di Indonesia, Katadata menyajikan beragam konten informatif terkait berbagai aktivitas dan agenda G20 hingga berpuncak pada KTT G20 Oktober 2022 nanti. Simak rangkaian lengkapnya di sini.

Edisi khusus ini merupakan kerja sama Katadata dengan Institute for Climate and Sustainable Cities dan Asia Comms Lab untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

ICSC x Asia Comms Lab x Katadata
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.