Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat?

Harga gandum internasional sudah menunjukkan tren turun, dan Indonesia tidak hanya mengimpornya dari Ukraina.
Reza Pahlevi
22 Agustus 2022, 11:29

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengkhawatirkan konflik Rusia dan Ukraina akan terus berdampak terhadap harga pangan di dalam negeri, termasuk mi instan. Dia menyebutkan, harga mi instan akan naik tiga kali lipat. 

“Jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum, besok harganya tiga kali lipat,” kata Syahrul dalam sebuah webinar, dikutip Jumat, 19 Agustus 2022. (Baca: Bukan Orang Miskin, Siapa Konsumen Terbesar Mi Instan?)

Meski begitu, ada beberapa alasan mengapa ini mungkin tidak terjadi. 

Harga gandum sudah kembali turun setelah sempat naik ketika awal perang Rusia-Ukraina yang melonjakkan harga hingga lebih dari US$ 1.000 per gantang. Kini, harga sudah kembali ke level sekitar US$700 per gantang.

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus Welirang menjelaskan gandum juga bukan satu-satunya pembentuk harga mi instan. Pria yang akrab disapa Franky ini mengatakan ada komponen lain seperti kemasan, plastik, minyak goreng, lada, garam, cabe, kecap, dan lain-lain.

Jadi, perhitungan tarif mi instan tidak hanya bergantung pada tepung terigu. “Kalau dikatakan bisa naik tiga kali lipat, akal sehat juga mengatakan tidak akan mungkin,” kata Franky kepada Katadata.co.id, dikutip Jumat 19 Agustus 2022.

(Baca: Perang Rusia-Ukraina Bisa Mengerek Harga Mi Instan dan Gorengan)

Indonesia juga tidak lagi mengandalkan impor gandum dari Ukraina. Dalam periode Januari - Juli 2022, impor gandum dari Ukraina hanya mencakup 0,1% dari total impor. Indonesia mengandalkan Australia yang cakupan impor gandumnya mencapai 37,4%.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.