Tren Belanja Online Shoppertainment

Indonesia sebagai salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan belanja online berkonsep Shoppertainment di Asia Pasifik.
Vika Azkiya Dihni
15 September 2022, 09:24

Paduan antara unsur hiburan dan digital tengah marak dilakukan untuk menyemarakkan belanja online. Istilah ini dikenal sebagai Shoppertainment, yakni promosi melalui konten video maupun siaran langsung atau live streaming untuk menggaet pelanggan. 

Sudah banyak e-commerce Indonesia yang sudah menggunakan teknik ini. Salah satunya Lazada yang menjadi pelopor menggunakan konsep tersebut.

TikTok bekerjasama dengan Boston Consulting Group (BCG) meluncurkan laporan hasil survei bertajuk Shoppertainment: APAC's Trillion-Dollar Opportunity

Menurut laporan tersebut, peluang Shoppertainment di Asia Pasifik diproyeksikan melonjak dengan nilai transaksi (Gross Merchandise Value/ GMV) sekitar US$1 triliun pada 2025. Angka tersebut  dua kali lipat dari nilai saat ini.

Indonesia sebagai salah satu penyumbang terbesar pertumbuhan konsep Shoppertainment di Asia Pasifik. Laporan tersebut mencatat, enam pasar utama dengan pertumbuhan tinggi adalah Australia, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Thailand, dan Vietnam.

“Enam pasar utama dengan pertumbuhan tertinggi akan mendorong peluang nilai yang signifikan,” tulis laporan tersebut.

GMV Shoppertainment di enam pasar utama Asia Pasifik tersebut diproyeksikan mencapai US$100 miliar pada 2025. Nilai itu setara 15% dari total GMV e-commerce di kawasan tersebut.

Indonesia sendiri diproyeksikan menyumbang GMV Shoppertainment terbesar dengan porsi 26% pada 2025. Diikuti Jepang, Korea Selatan, Thailand, Australia, dan Vietnam.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.