Berapa Maksimal Konsumsi Gula dalam Sehari?

Langkah Esteh Indonesia mensomasi netizen yang mengkritik kandungan gula dalam salah satu minumannya berbuntut panjang.
Dzulfiqar Fathur Rahman
28 September 2022, 08:38

Warganet tanah air baru-baru ini ramai-ramai mengeruduk akun media sosial Esteh Indonesia. Penyebabnya waralaba teh kekinian tersebut menyomasi salah satu pengguna Twitter yang mengeluhkan komposisi kandungan gula dalam minuman teh.

Pengguna dengan nama akun @Gandhoyy mengatakan bahwa minuman Chizu Red Velvet dari Esteh Indonesia seperti menggunakan 3 kilogram (kg) gula. Dia menambahkan bahwa minuman tersebut bisa berimplikasi ke “diabetes massal.”

Perusahaan yang dipimpin selebritas Nagita Slavina tersebut mengancam memidanakan si pengkritik. Sebagai respons, @Gandhoyy telah menyatakan permohonan maaf secara terbuka lewat akun Twitter-nya. Perusahaan juga telah mengatakan bahwa mereka telah meneruskan kritik soal komposisi gula minuman tersebut ke tim terkait.

Meski sudah meminta maaf, tetapi warganet tetap meramaikan kasus tersebut. Salah satu pokok yang dibahas adalah komposisi gula dalam minuman yang dijual. Ini karena Esteh Indonesia tidak mencantumkan informasi mengenai komposisi gula ini di kemasan minumannya tersebut. 

Ini bertentangan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam dan Lemak Serta Pesan Kesehatan pada Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.

Pasal 5 ayat 2 dari peraturan tersebut mewajibkan perusahaan yang telah memiliki lebih dari 250 gerai untuk mencantumkan informasi dan pesan kesehatan terkait kandungan gula. Menurut situsnya, Esteh Indonesia telah memiliki lebih dari 700 gerai di seluruh Indonesia.

Kementerian Kesehatan pun telah merekomendasikan agar masyarakat membatasi konsumsi gula. Rata-rata konsumsi gula harian maksimal setara dengan 10% dari kebutuhan energi yang mencapai 200 kilokalori (kkal). Ini setara dengan empat sendok makan atau 50 gram per orang per hari. 

Konsumsi gula yang berlebihan memiliki beberapa dampak buruk, termasuk peningkatan berat badan, meningkatkan risiko mengalami diabetes dan tekanan darah tinggi, serta mempercepat mengalami masalah pikun dan penuaan dini.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.