Asosiasi Dokter di Inggris: Masker Wajib Dipakai di Kantor dan di Luar

Kasus positif Covid-19 di Inggris meningkat usai pencabutan lockdown. Pengetatan protokol pun diberlakukan.
Image title
Oleh Doddy Rosadi - Tim Riset dan Publikasi
11 Oktober 2020, 12:25
HEALTH-CORONAVIRUS/JAPAN-JSDF
ANTARA FOTO/REUTERS/Issei Kato/wsj/cf

Asosiasi Tenaga Medis di Inggris (BMA) meminta pemerintah untuk menerapkan aturan yang lebih ketat untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Salah satunya adalah dengan membuat aturan yang mewajibkan semua warga untuk memakai masker ketika di kantor atau di luar ruangan.

Sejak pemerintah Inggris mencabut status lockdown Agustus lalu, jumlah kasus positif Covid-19 terus meningkat. Sabtu (10/9), tercatat ada 15.166 kasus baru di Inggris dengan jumlah meninggal bertambah 81 orang. Dengan demikian, sejak pandemi sudah lebih dari 42 ribu orang meninggal karena Covid-19. Jumlah kasus positif Covid-19 di Inggris sudah hampir 600 ribu orang.

Mulai Senin (12/10), pemerintah Inggris mengeluarkan aturan baru yaitu Rule of Six yang isinya larangan untuk bertemu atau berkumpul dengan enam orang atau lebih. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengungkapkan, aturan ini merupakan salah satu upaya untuk menekan penyebaran Covid-19.

Seperti dilansir dari Mirror.co.uk, dokter di Inggris mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Rekomendasi itu antara lain mewajibkan memakai masker di kantor dan juga lingkungan kerja serta di luar ruangan yang tidak memungkinkan untuk menjaga jarak.

Asosiasi Dokter di Inggris juga meminta pemerintah menyediakan masker medis gratis untuk warga negara yang berusia di atas 60 tahun. Selain itu, pemerintah juga diminta menyediakan masker gratis untuk warga yang memasuki fasilitas publik dan lupa membawa masker.

Ketua Dewan Asosiasi Dokter Inggris, Dr Chaand Nagpaul mengungkapkan, inkonsistensi dari pesan pemerintah usai pencabutan lockdown mempunyai peranan dalam peningkatan kasus positif Covid-19.

“Infeksi terus meningkat karena adanya relaksasi aturan pasca-pencabutan lockdown. Pemerintah meminta masyarakat untuk kembali bekerja, makan di restoran dan bar dan juga liburan. Karena itu, pemerintah harus bisa kembali mendapatkan kepercayaan dari publik untuk bisa mencegah penyebaran virus,” ujarnya.

Di Indonesia, dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia sudah melancarkan gerakan Masker for All. Tujuan utama dari gerakan ini adalah agar masyarakat memakai masker, termasuk anak-anak berusia di atas 12 tahun.

IDI berpendapat, alat perlindungan diri paling penting di masa pandemi ini adalah masker. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Mohammad Adib Khumaidi  mengatakan, masker bukan hanya untuk mereka yang sakit atau sudah positif tetapi juga untuk yang masih sehat.

Satgas Penanganan Covid-19 juga terus menggencarkan kampanye 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Kampanye terbaru yang dilucurkan adalah Ingat Pesan Ibu. Kampanye ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

"Jadi kita ingin memastikan setiap orang patuh. Apabila mengingat pesan dari ibu, karena kepatuhan seorang anak kepada ibunya," kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait