Gelombang Kedua Melanda Eropa, Kasus Covid-19 Naik 400 Ribu per Hari

Jumlah kasus baru di Eropa jauh lebih banyak dibandingkan dengan total jumlah kasus di India, Brasil dan Amerika Serikat.
Image title
Oleh Doddy Rosadi - Tim Riset dan Publikasi
18 Oktober 2020, 13:16
Phil Noble Warga berjalan melewati ilustrasi virus di luar pusat sains regional, saat kota dan daerah sekeliling menghadapi larangan lokal sebagai upaya menghindari 'lockdown' secara lokal yang diberlakukan di wilayah tersebut, di tengah penyebaran pen
ANTARA FOTO/REUTERS/Phil Noble/hp/cf

Jumlah kasus baru Covid-19 di dunia terus bertambah. Per 17 Oktober 2020, jumlah kasus baru meningkat lebih dari 400 ribu per hari yang merupakan rekor terbanyak sejak pandemi.

Eropa yang sukses menekan jumlah kasus infeksi baru beberapa bulan lalu, kini menjadi episentrum baru. Dalam satu minggu terakhir, jumlah kasus baru mencapai lebih dari 140 ribu.

Jumlah kasus baru di Eropa jauh lebih banyak dibandingkan dengan total jumlah kasus di India, Brasil dan Amerika Serikat. Dari 100 kasus baru, 34 berasal dari negara Eropa. Dilansir dari Reuters, Eropa mencatat 1 juta kasus baru dalam 9 hari dengan jumlah total 6,3 juta kasus sejak pandemi.

Negara di benua Eropa dengan jumlah kasus Covid-19  terbanyak adalah Inggris, Prancis, Rusia, Belanda dan Spanyol. Prancis berada di posisi pertama dengan 19 ribu lebih kasus baru per hari diikuti Inggris, Rusia, Spanyol dan Belanda.

Sejumlah negara di Eropa kembali menutup sekolah dan rumah makan selama 15 hari dan membatasi jumlah orang yang bisa belanja di toko. Di Republik Cek, pemerintah menerapkan sekolah jarak jauh dan meminta bantuan ribuan mahasiswa kedokteran. Rumah sakit juga memulangkan pasien dengan penyakit tidak terlalu parah untuk memperbanyak jumlah tempat tidur.

Di Indonesia,  ada 4.301 kasus baru Covid-19  yang terkonfirmasi pada Sabtu (17/10). Total kasus terkonfirmasi saat ini sudah mencapai 357.762 kasus sejak pandemi. Untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas, pemerintah melakukan Gerakan 3 M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mendorong agar kegiatan promosi penggunaan masker sebagai bagian dari upaya penanganan Covid-19 lebih dimasifkan. Presiden menilai kedisiplinan penggunaan masker menjadi salah satu kunci penting keberhasilan dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

"Kunci paling penting adalah pemakaian masker. Tolong ini betul-betul segera yang berkaitan dengan ajakan memakai masker dan pelaksanaannya bisa dipercepat, karena ini juga akan memperkuat kepercayaan dari masyarakat dan dunia usaha terkait cara-cara penanganan yang dilakukan," ujarnya.

Ketua Umum Gerakan Pakai Masker (GPM) Sigit Pramono mengatakan orang yang memakai masker dapat menurunkan risiko tertular hingga 75%. "Jika ditambah dengan dua gerakan lainnya, mencuci tangan dan jaga jarak, akan menjadi 100%," kata Sigit dalam Webinar "Protokol Kesehatan di Rumah Makan" yang diselenggarakan oleh Katadata pada Jumat (16/10).

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Sonny Harmadi menambahkan orang terinfeksi Covid-19 yang tidak menggunakan masker berpotensi menularkan virus corona kepada orang sehat hingga 70%. Namun, jika orang yang sakit menggunakan masker peluang menularkan ke orang sehat hanya 5%.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait