Tips Menjaga Kesehatan Mental Saat Bekerja dari Rumah Selama Pandemi

Mulai dari membuat ritual khusus untuk mengakhiri jam kerja, sampai memakai ponsel khusus untuk bekerja bisa membantu kesehatan mental saat bekerja dari rumah.
Image title
Oleh Alfons Yoshio - Tim Riset dan Publikasi
1 November 2020, 19:00
Rima Pujilestari (23), bekerja sebagai IT suport di salah satu media online di Jakarta menyelesaikan pekerjaannya di kamar indekos daerah Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (19/3/2020). Sejumlah perusahaan memberlakukan Work From Home guna menc
Adi Maulana Ibrahim|Katadata

Semenjak pandemi Covid-19 melanda, sejumlah langkah dilakukan untuk menekan laju penularan virus. Antara lain, dengan pembatasan hingga karantina wilayah. Akibatnya, seluruh kegiatan dilakukan dari rumah, termasuk bekerja. Alhasil, work from home atau bekerja dari rumah menjadi norma umum  yang dilakukan selama pagebluk berlangsung.

Banyak yang menyambut baik kegiatan yang kemudian jadi tren ini. Namun, tak sedikit orang yang justru shock dan tidak tahan dengan perubahan perilaku ini. Hal itu terjadi karena ‘garis’ yang memisahkan antara kerja dan kehidupan pribadi semakin terasa kabur karenanya.

Oleh sebab itu, diperlukan usaha untuk menjaga kesehatan mental selama WFH, dengan memisahkan urusan pekerjaan dengan kehidupan pribadi. Ashley Whillans, Asisten Profesor program MBA Harvard Business Scholl menekankan pentingnya menciptakan waktu khusus untuk keduanya.

“Jika kita tidak bisa memisahkan antara pekerjaan dan urusan rumah, ini akan menjadi waktu yang berat bagi kita. Karena pada dasarnya (sekarang) kita hidup di tempat kerja,” ujar perempuan yang juga penulis buku ‘Time Smart: How to Reclaim Your Time and Live Happier Life’ dikutip dari CNA Lifestyle.

Berdasar risetnya terhadap pola kerja kebanyakan orang saat ini, Ashley menemukan orang yang ‘bisa mengatur waktu’ saat bekerja dari rumah punya tingkat kepuasan bekerja yang lebih tinggi, tingkat stres yang lebih rendah, dan tingkat kebahagian secara umum yang lebih baik.

“Itu berarti tegas dalam menetapkan waktu istirahat, batasan, dan kebiasaan sepanjang hari untuk membantu diri kita sendiri transisi dari kehidupan pribadi ke pekerjaan," katanya lagi. Ashley juga merekomendasikan beberapa cara untuk menjadi lebih baik dalam mengatur waktu berdasar risetnya. Berikut tipsnya:

Atur Waktu

Buat seakan-akan berangkat kerja. Jangan langsung bergeser ke meja kerja begitu terbangun dari tidur. Habiskan setidaknya 15 menit untuk perisapan bekerja untuk memberi ruang bagi mental untuk transisi memulai hari kerja.

Istirahat Sejenak

Ambil waktu istirahat ekstra. Selain waktu istirahat yang memang diberikan –umumnya tengah hari untuk pekerja kantoran, ada baiknya menjauh dari meja kerja beberapa saat. Berdasarkan risetnya, Ashley menemukan ‘bounce time’ --waktu informal di tempat saat orang saling melontarkan ide - sebagian besar telah hilang. Luangkan waktu untuk istirahat dan jeda untuk mengobrol dengan kolega bisa membantu.

Ritual

Buat kebiasaan/ritual untuk mengakhiri hari. Hal sederhana seperti jalan di sekitar wilayah rumah atau menelepon teman atau kerabat bisa dilakukan setiap hari, di ujung jam kerja untuk penanda selesai dari ‘mode’ bekerja.

Membuat Jadwal

Pasang jadwal bekerja di rumah. “Manajemen waktu kini menjadi usaha komunal,” kata Ashley. Membuat orang yang tinggal di sekitar mengetahui jadwal harian bisa membantu untuk saling memahami dan mengetahui batasan antara waktu kerja dan pribadi.

Pisahkan Gadget

Ashley menyarankan jangan menggunakan perangkat yang sama untuk bekerja dan urusan pribadi.

“Ada sejumlah penetilitian menunjukkan orang dengan dua ponsel, satu untuk bekerja dan yang lainnya untuk urusan pribadi, merasa lebih tidak terganggu di siang hari dan mampu memilah-milah pekerjaan lebih baik,”ujar Ashley. Pemisahan fisik antara urusan pribadi dan pekerjaan agar tidak tercampur menjadi penting.

Selain saran-saran dari Ashley,  seorang profesor psikologi dan pemasaran dari University of Texas, Art Markman menambahkan tips dengan menyarankan untuk mencoba berdandan sebelum memulai bekerja. “Kita mempelajari serangkaian kebiasaan tentang melakukan sesuatu secara profesional, dan ada pengingat fisik untuk itu,” ucapnya.

Dengan memakai pakaian sebagaimana kita pergi bekerja sehari-hari dapat membantu mental kita ‘mengenali’ dan menyesuaikan diri. “Anda hanya perlu melihat diri Anda dan Anda mengenakan kemeja bagus, Anda pasti (akan berpikir) sedang bekerja,” katanya.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait