Dampak Long Covid Pengaruhi Kesehatan Mental Pasca Sembuh

Sebesar 18,1 persen pasien Covid-19 yang telah sembuh mengalami masalah psikis dalam kurun waktu 2 minggu hingga 3 bulan setelah diagnosa.
Image title
Oleh Melati Kristina Andriarsi - Tim Riset dan Publikasi
15 November 2020, 17:51
Pasien COVID-19 berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) bersiap untuk olahraga di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (2/10/2020). Olahraga pagi yang dilakukan rutin setiap hari oleh 25 pasien tersebut untuk meningkatkan imunitas tubuh sela
Adi Maulana Ibrahim|Katadata

Berbagai gejala Covid-19 masih dirasakan oleh pasien meski sudah dinyatakan sembuh. Kondisi tersebut merupakan efek dari long covid atau sisa gejala fisik hingga psikis yang dirasakan oleh para penyintas Covid-19.

Kepala Petugas Medis di Doctorlink, Dr Ben Littlewood-Hilson melaporkan berbagai gejala dari Covid-19. Adapun gejala yang bersangkutan dengan tanda long covid yaitu kelelahan, sakit dan nyeri tubuh, masalah kognitif, sesak napas, batuk kering, kehilangan indera perasa dan penciuman, serta ruam kulit.

“Orang yang dicurigai mengalami long Covid melaporkan merasa kelelahan terus menerus hingga kelelahan ekstrim. Bahkan beberapa melaporkan kesulitan untuk beraktivitas ringan,” kata Dr Ben, mengutip Express.co.uk

Lebih lanjut, dampak dari long covid bahkan mempengaruhi bagian kepala dan otak. Pasien dapat merasakan sakit kepala, pusing, masalah memori, kesulitan berkonsentrasi hingga menimbulkan kecemasan. Ilmuwan dari Oxford Health Biomedical Research Centre menemukan Covid-19 dapat memicu gangguan psikologis pada 20 persen orang yang terjangkit.

Dampak kesehatan jangka panjang covid-19
 
 

Dalam penelitian yang ditebitkan di The Lancet Psychiarty, penyintas Covid-19 menunjukkan gejala-gejala masalah kesehatan mental selama 90 hari setelah didiagnosis. Gangguan paling umum yang terjadi adalah kecemasan, depresi, hingga gangguan tidur atau insomnia.

Penelitian dari pengamatan pada catatan kesehatan 62 ribu pasien Covid-19 di Amerika tersebut juga mengungkapkan orang yang telah sembuh dari Covid-19 akan berisiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mental.

“Penyintas Covid-19 yang terlibat dalam kelompok penelitian memiliki dua kali lebih besar terkena gangguan mental,” ujar konsultan psikiater di University College London, Michael Bloomfield. Ia juga menyebutkan bahwa hal ini terjadi akibat kombinasi tekanan psikologis dan dampak fisik dari Covid-19.

Sementara penelitian lanjutan dari fenomena tersebut menunjukkan bahwa sekitar 18,1 persen pasien yang telah sembuh mengalami masalah psikis dalam rentang waktu dua minggu hingga tiga bulan setelah diagnosa.

Meski demikian, risiko long covid bagi kesehatan mental dapat ditekan melalui berbagai cara seperti beristirahat dengan waktu yang cukup, melatih memori otak dengan permainan teka-teki maupun puzzle, serta menghindari aktivitas yang terlalu berat bagi tubuh.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait