Alasan 3M Tetap Menjadi “Vaksin” yang Efektif untuk Covid-19

Selama vaksin yang aman dan efektif belum ditemukan maka upaya perlindungan adalah disiplin protokol kesehatan.
Image title
Oleh Dini Hariyanti - Tim Riset dan Publikasi
5 Desember 2020, 14:15
Ilustrasi Vaksin Covid-19
AstraZeneca

Berdasarkan buku saku Info Vaksin yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19, per 3 November 2020 belum tersedia vaksin untuk Covid-19. Tapi diakui, memang banyak vaksin potensial yang sedang dikembangkan terkait keamanan dan efektivitasnya.

Sebagian masyarakat mungkin mengira vaksin adalah obat Covid-19, kenyataannya bukan. Vaksin berfungsi mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit Covid-19 agar terhindar dari tertular maupun kemungkinan sakit berat.

Ketika kelak vaksin benar-benar ditemukan, mungkin pertanyaan kemudian adalah “kapan siap didistribusikan?”. Perlu diketahui, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara bertahap akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari Badan POM. Persetujuan ini berdasarkan hasil uji klinik di luar atau dalam negeri.

Skema tahapan pemberian vaksin di Indonesia, yakni pada awal-awal akan fokuskan bagi garda terdepan dengan risiko tinggi terlebih dulu, yaitu tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik. Setelah itu, berangsur akan diperluas seiring ketersediaan vaksin dan izinnya, contohnya penerima iuran BPJS serta kelompok masyarakat lain.

Sementara itu, terkait perencanaan vaksinasi bertahap yang lebih detil, pemerintah kini sedang menyusun peta jalan untuk menjelaskannya secara menyeluruh. Yang pasti, akan ada dua skema vaksinasi yang sedang dibahas, yaitu gratis dan mandiri dengan harga terjangkau.

Satgas Penanganan Covid-19 sebelumnya meminta masyarakat bersabar menanti produksi vaksin virus corona. Vaksin yang diuji coba harus melewati tahapan praklinis hingga uji klinis tiga fase. Uji klinis fase pertama melibatkan sekelompok kecil orang. Uji klinis fase kedua melibatkan kelompok orang yang lebih banyak dengan karakteristik tertentu, misalnya usia.

Setelah itu, saat uji klinis fase ketiga melibatkan kelompok orang yang lebih besar untuk melihat efektivitas dan keamanan vaksin. Jika seluruh tahapan uji klinis selesai, perusahaan pembuat vaksin akan melaporkannya ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mendapat persetujuan penggunaan vaksin.

Yang pasti, selama vaksin yang aman dan efektif belum ditemukan maka upaya perlindungan yang dapat kita lakukan adalah disiplin protokol kesehatan. Ingat Pesan Ibu tentang 3M yaitu memakai masker dengan benar, menjaga jarak dan jauhi kerumunan, serta mencuci tangan pakai air mengalir dan sabun.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait