Menko Airlangga: Vaksin Ibarat Game Changer Pandemi Covid-19

Pemerintah baru-baru ini memutuskan menggratiskan vaksinasi Covid-19, pasca kritikan berbagai kalangan atas rencana vaksin berbayar.
Image title
Oleh Dini Hariyanti - Tim Riset dan Publikasi
26 Desember 2020, 14:00
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin COVID-19 saat simulasi pelayanan vaksinasi di Puskesmas Kemaraya, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (18/12/2020). Simulasi tersebut dilaksanakan agar petugas kesehatan mengetahui proses penyuntikan vaksinasi COVID-19 y
ANTARA FOTO/Jojon/rwa.

Menko Perekonomian Airlangga Hartanto mengibaratkan bahwa vaksin sebagai pemecah keruwetan situasi akibat pandemi Covid-19. Oleh karena itu, vaksinasi dipastikan menjadi program prioritas pemerintah.

“Pemulihan penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi itu game changer-nya (pengubah arah permainan) adalah vaksinasi. Ini prioritas bagi pemerintah dan sedang dipersiapkan detilnya sembari menunggu izin Badan POM,” katanya dalam diskusi virtual Satgas Covid-19, Kamis (24/12/2020).

Soal vaksin, pemerintah baru-baru ini memutuskan menggratiskan vaksinasi Covid-19. Hal ini ditetapkan paskamencuat kritik dari berbagai kalangan atas rencana sebelumnya, yakni vaksinasi berbayar. Setelah ini, vaksinasi akan menyasar 107 juta penduduk usia 18 – 59 tahun.

Vaksin yang digunakan adalah buatan Sinovac dan Merah putih, juga hasil kerja sama COVAX. Sejauh ini, waktu pelaksanaan vaknisasi belum ditetapkan lantaran tengah menunggu izin darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Apresiasi terhadap program vaksinasi gratis salah satunya datang dari Akademi Ilmuwan Muda Indonesia. ALMI mendukung program vaksinasi cepat kepada populasi berisiko supaya segera menjangkau cakupan minimal vaksinasi yang diperlukan, guna mendapatkan kekebalan kelompok.

“Vaksinasi diharapkan dilakukan sistematis dengan memperhatikan kerawanan dan keparahan Covid-19 di setiap daerah dan populasi berisikonya. Dan rencana vaksinasi mandiri perlu diteruskan guna mengimbangi kecepatan pemerintah menyediakan vaksin gratis,” tulis ALMI dalam siaran pers.

Terkait kekebalan kelompok yang disinggung ALMI, vaksin akan membuat tubuh seseorang dapat mengenali bakteri/virus penyebab penyakit tertentu. Apabila terpapar bakteri/virus tersebut maka seseorang akan menjadi lebih kebal.

Cakupan imunisasi yang tinggi dan merata akan membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. Dengan begitu, diharapkan bisa mencegah penularan maupun keparahan suatu penyakit. Dalam konteks vaksin Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan virus corona.

“Ke depan, baik pemerintah maupun masyarakat umum perlu berhati-hati terhadap klaim berlebihan maupun klaim merendahkan kemanjuran vaksin. Hanya BPOM yang memiliki otoritas untuk menilai kemanjuran dan efek samping suatu vaksin, serta memberikan izin penggunaannya,” imbuh ALMI.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan, vaksinasi menjadi program prioritas pada 2021. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp60,5 triliun untuk tahun depan. Dana ini akan ditambah dari realokasi anggaran kementerian/lembaga.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait