Jangan Terlalu Khawatir Soal Efek Vaksinasi Covid-19

Per 20 Januari 2021, Komnas KIPI mencatat ada 30 laporan KIPI yang bersifat ringan dan tidak ada reaksi serius yang memerlukan perawatan intensif.
Image title
Oleh Dini Hariyanti - Tim Riset dan Publikasi
23 Januari 2021, 13:30
Petugas melakukan vaksinasi kepada tenaga medis di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Sebanyak 2.630 tenaga kesehatan di RSD Wisma Atlet Kemayoran menjalani vaksinasi COVID-19 secara bertahap. Vaksinasi terhadap para tenaga
Adi Maulana Ibrahim|Katadata

Satgas Penanganan Covid-19 mengimbau masyarakat agar tidak khawatir berlebihan terhadap kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) Covid-19. Sebaliknya, publik terus diajak agar mendukung dan turut menyukseskan program vaksinasi Covid-19.

Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari menekankan, vaksinasi merupakan salah satu upaya tambahan untuk memutus rantai penyebaran virus corona. “Mari pastikan semua keluarga kita divaksinasi. Kalau kita aman, InsyaAllah, bangsa dan negara ini aman,” ujarnya dalam diskusi virtual soal KIPI, Rabu (20/1/2021).

Sementara itu, mengutip laman www.covid19.go.id diketahui bahwa sejauh ini, Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) terus memantau pelaksanaan program vaksinasi Covid-19. Per 20 Januari 2021, komnas mencatat ada 30 laporan KIPI yang bersifat ringan dan tidak ada reaksi serius yang memerlukan perawatan intensif.

KIPI adalah semua kejadian medik yang terjadi setelah imunisasi, menjadi perhatian, dan diduga berhubungan dengan imunisasi. Sebagian masyarakat terus meragukan dan menunjukkan ketakutan, khususnya terkait kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) ini. 

KIPI memang ada yang serius, tetapi juga ada yang nonserius. KIPI serius ialah setiap kejadian medis setelah imunisasi yang menyebabkan rawat inap, kecacatan, hingga kematian serta menimbulkan keresahan di masyarakat.

Sementara itu, KIPI nonserius tidak menimbulkan risiko potensial pada kesehatan si penerima vaksin. Dan berdasarkan laporan KIPI yang masuk ke komnas, terpantau semua bersifat ringan. Artinya, tidak ada yang memerlukan perhatian khusus sampai saat ini.

Muhammad Fajri Adda’I selaku dokter dan tim penanganan Covid-19 yang telah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama mengatakan, dirinya tidak merasakan reaksi yang aneh. “Biasa saja,” tuturnya.

Kepada masyarakat luas, Fajri berpesan agar tidak usah mendengarkan hoaks. “Saya melihat sendiri laporan terkait vaksin ini untuk mendapatkan kajian ilmiahnya. Dari laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) maupun yang dari Brazil menunjukkan bahwa relatif aman dengan KIPI di bawah 1 persen, rendah sekali,” ucapnya.

Vaksinasi sendiri merupakan upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penularan COVID-19, selain 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) serta 3T (test, trace, treatment). Satgas Penanganan Covid-19 dan Komnas KIPI menegaskan, vaksinasi ini tidak hanya untuk kepentingan individu tetapi juga demi melindungi keluarga terdekat.

“Pandemi ini sudah melelahkan. Jadi kita harus sepakat melawan satu musuh, jangan mementingkan diri sendiri. Paling tidak ini bagi keluarga terdekat kita juga,” kata Hindra.

Masyarakat diimbau terus agar tidak perlu mengkhawatirkan efek vaksinasi. Setiap fasilitas kesehatan yang menyelenggarakan imunisasi wajib melakukan pencatatan dan pelaporan KIPI. Oleh karena itu, Komnas KIPI perlu dibentuk sebagai tim independen yang mengkaji adanya hubungan vaksin yang diberikan dengan kejadian yang terjadi.

Komnas KIPI selaku lembaga independen bertugas mengkaji secara spesifik kejadian pasca imunisasi. Komite independen ini terdiri dari orang-orang yang memiliki kompetensi terkait vaksinologi.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait