Bertahan Menghadapi Bencana di Tengah Pandemi

BNPB memberikan beberapa mitigasi yang bisa dipersiapkan dalam menghadapi bencana di tengah pandemi
Image title
Oleh Arofatin Maulina Ulfa - Tim Riset dan Publikasi
24 Januari 2021, 09:33
DAMPAK BANJIR BANDANG DI HANTAKAN KALSEL
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Awal 2021, Indonesia berduka menghadapi serangkaian bencana alam yang datang bertubi-tubi. Banjir di beberapa titik seperti Kalimantan Selatan, Manado, hingga Bogor. Tanah longsor dan gempa bumi yang mendera kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 100 bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.  Semua itu terjadi di tengah pandemi yang belum usai dan jumlah kasus positif Covid-19 terus meningkat.

Kondisi ini memaksa semua elemen masyarakat untuk bersiap menghadapi ancaman bencana alam di tengah pandemi. Hal ini diungkapkan Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan pers beberapa waktu lalu. Ia mengingatkan potensi bencana alam yang mungkin terjadi beberapa waktu ke depan.

"Perlu diingat bahaya bencana alam ini akan dihadapi oleh banyak masyarakat Indonesia di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang cukup menyulitkan dan membawa bahaya tersendiri pada keselamatan masyarakat. Kami ingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana-bencana tersebut," ujar Wiku dalam konferensi pers pada kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (11/20). 

Diperkirakan Indonesia akan menghadapi beberapa bencana yang disebabkan curah hujan tinggi layaknya banjir bandang, longsor, angin kencang, hingga puting beliung. Potensi bencana lainnya juga masih mengintai, seperti erupsi gunung berapi. 

Maka dari itu, diperlukan sejumlah persiapan untuk bertahan tatkala bencana terjadi menimpa kita. BNPB memberikan beberapa mitigasi yang bisa dipersiapkan dalam menghadapi bencana. Yang pertama dilakukan adalah penting membuat rencana antipasti bencana. Catat nomor-nomor penting dan bentuk whatsapp group dengan warga untuk memudahkan koordinasi.

Tak ada salahnya menyiapkan perbekalan logistik  untuk tiga hari atau Tas Siaga Bencana. Ini merupakan standar persiapan menghadapi bencana di Amerika Serikat (AS). Selain perbekalan makan dan minum, disiapkan pula cadangan masker. Jangan lupa untuk mengamankan dokumen penting dan barang berharga. Letakkan di tempat yang mudah terjangkau yang jika memungkinkan bisa kita selamatkan.

Bersama warga membuat komunitas tangguh bencana dengan merembukkan jalur evakuasi, tempat pengungsian dan sistem keamanan lingkungan atau siskamling. Segera melapor ke pihak berwenang seperti Kelurahan/Kecamatan/Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jika terdapat tanda-tanda bencana misalnya kerusakan atau tanggul bocor.

BNPB mencatat dalam rentang dari tanggal 1 sampai 18 Januari 2021, sebanyak total 154 bencana alam terjadi di Indonesia. Kebanyakan ialah berbentuk banjir, angin ribut dan longsor. Dari sekian banyak bencana alam, sudah merenggut 140 korban jiwa dan 776 orang luka-luka. 

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

Video Pilihan

Artikel Terkait