Satgas Covid-19: Pastikan Isolasi Mandiri Tidak Menularkan Orang Rumah

Mereka yang melakukan isolasi mandiri harus memastikan tempat yang dipakai memadai. Idealnya, pasien tinggal sendiri.
Image title
Oleh Alfons Yoshio - Tim Riset dan Publikasi
7 Februari 2021, 10:25
KAMPUNG TANGGUH COVID-19 DI JAKARTA
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

Kasus Covid-19 di Indonesia terus meningkat dari hari ke hari. Bahkan telah menembus angka 1 juta beberapa waktu lalu. Hal ini tentu menjadi beban bagi fasilitas kesehatan yang jumlahnya terbatas.

Beberapa provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, dan Jawa Timur  sudah mulai kesulitan menampung pasien. Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, ada sembilan provinsi dengan tingkat keterpakaian tempat tidur rumah sakit di atas 70 persen (per 19 Januari).



Kondisi ini tentu tidak ideal dan sempat mendorong Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, meminta pasien Covid-19 yang tak bergejala melakukan isolasi mandiri di rumah.

Namun, baru-baru ini Ketua Bidang Penangan Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional, Brigjen TNI (Purn) Alexander Ginting mengimbau mereka yang melakukan isolasi mandiri memastikan tempat yang dipakai memadai. Idealnya saat isolasi mandiri, pasien tinggal sendiri.

"Kalau di rumah itu ada keluarga, ada lansia, ada anggota keluarga dengan komorbid ini yang mengakibatkan isolasinya malah bisa menularkan yang lain," ujarnya dalam diskusi virtual yang digelar Badan Pusat Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (5/2). Saat isolasi mandiri sebisa mungkin pasien tinggal di kamar sendiri, memakai masker, mencuci tangan, dan yang tidak kalah penting membuang masker pada tempatnya.

"Kita banyak menampung orang-orang sakit yang lansia. Kalau kita berbicara dengan mereka, dia tidak kemana-mana, ke pasar juga tidak, tapi jadi sakit, karena di rumah ada yang positif, atau ada orang tanpa gejala berdiam di rumah, tapi menularkan," ucapnya lagi.

Apabila lokasi isolasi mandiri malah berpotensi membuat klaster baru, Alexander menyarankan pasien Covid-19 mengisolasi diri di fasilitas kesehatan yang disiapkan pemerintah.

Semenjak 23 Maret 2020, pemerintah mengoperasikan Wisma Atlet Kemayoran sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19. Sampai Sabtu (6/2) ada 3.477 orang yang menjalani rawat iniap di Tower 4, 5, 6, dan 7. Total tercatat sudah ada 57.809 orang yang terdaftar menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan di sana.

Tidak lupa Alexander juga tetap menekankan perlunya pengetatan Gerakan 3M; memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak ketika ada di publik. Di saat yang bersamaan 3T; testing, tracing, dan treatment) juga perlu dilakukan agar PPKM berskala mikro bisa efektif.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait